Melihat Persiapan Pemakaman 12 Korban Kebakaran Pabrik Korek Gas di Langkat

Oleh Liputan6.com pada 23 Jun 2019, 15:00 WIB

Diperbarui 23 Jun 2019, 16:16 WIB

Ilustrasi Kebakaran

Liputan6.com, Langkat - Sebanyak 12 liang lahad telah disiapkan untuk para korban kebakaran pabrik korek api (mancis) di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Pantauan di lokasi perkuburan muslim di Desa Sambirejo, Minggu (23/6/2019), menunjukkan ke-12 liang lahad yang juga dapat digunakan sebagai lokasi perkuburan massal itu sudah selesai digali.

Ke-12 liat lahad tersebut besusun berdampingan satu sama lainnya.

Sebelumnya tujuh jenazah korban kebakaran sudah dikebumikan oleh pihak keluarga di pemakaman umum yang ada di kawasan itu.

"Sudah dikebumikan di pemakaman umum setempat," kata petugas Badan penanggulangan Bencana Daerah Langkat, Sugiono, di Sambirejo, dilansir Antara.

Pemakaman yang dilakukan pada Sabtu (22/6) malam hari, setelah ketujuh jenazah diberangkatkan dari Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumatera Utara menuju ke Desa Sambirejo Kecamatan Binjai.

Sebelumnya di Sambirejo petugas sudah mempersiapkan tujuh lubang untuk pemakaman para korban kebakaran yang sudah teridentifikasi. Yakni, Syaifa Oktaviana (9), Sahmayanti (22), Rina (15), Bisma Syahputra (3), Runisa Syaqila (2), Vinkza Parisyah (10) dan Zuan Ramadhan (6).

2 of 2

Ledakan Sebelum Kebakaran

Tewaskan 30 Orang, Begini Kondisi Pabrik Korek Gas di Langkat
Warga menyaksikan tim penyelidik bekerja di lokasi kebakaran pabrik korek gas di Binjai, Langkat, Sumatera Utara, (21/6/2019). Pihak kepolisian masih melakukan penelusuran, terutama jenazah korban. (Ivan Damanik/AFP)

Peristiwa kebakaran itu diketahui terjadi sekitar pukul 12.00 WIB. Api menyala diawali suara ledakan dari sekitar lokasi kejadian.

Pihak BPBD belum dapat memastikan dari mana asal ledakan tersebut terjadi, dan belum mengetahui persis penyebab si jago merah mengamuk.

"Informasi awal menyebutkan, saat pekerja hendak salat Jumat, terdengar ledakan. Tapi tidak tahu ledakan apa dan dari mana asalnya. Belum dapat informasi, masih diselidiki," kata Irwan selaku Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Langkat‎. 

Seorang warga sekitar, Dewi menyebut, pekerja di pabrik pemantik tersebut diperkirakan berjumlah puluhan orang. Sebagian besar pekerja berstatus ibu rumah tangga. Di antara pekerja ada yang membawa anak saat bekerja.

"Pekerja didominasi warga sekitar. Ada juga yang berasal dari Stabat dan Binjai," Dewi menandaskan.‎

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓