Menyapa Pagi yang Baru di Kelenteng Sumber Naga Probolinggo

Oleh Dian Kurniawan pada 15 Jun 2019, 06:00 WIB
Kelenteng Sumber Naga

Liputan6.com, Probolinggo - Kata orang bijak, pagi adalah kado yang baru bagi tiap orang. Isinya tergantung usaha mereka untuk mendapatkannya. Mengawali pagi yang baru bisa di mana saja. Jika Anda sedang berada di Probolinggo, mampirlah ke Kelenteng Sumber Naga. Pagi di sini begitu sejuk.

Kelenteng yang menjadi tempat ibadah umat Buddha, Konghucu, dan sekaligus Taoisme ini merupakan salah satu yang tertua di Probolinggo. Tidak ada yang tahu sejak kapan kelenteng ini pastinya berdiri, namun ada yang mengatakan sejak 1865.

Kelenteng ini sebenarnya bernama Liong Tjwan Bio. Penggunaan nama dalam bahasa Indonesia itu dilakukan sejak masa Pemerintahan Orde Baru. Konon, Kelenteng Sumber Naga ini sudah ada sejak tahun 1865 dengan Kong CoTan Hi Jin sebagai sesembahan utamanya.

Menurut Fitriani Agustin (34), warga sekitar Kelenteng mengungkapkan, memang kelenteng tersebut sudah sangat tua, sejak jaman kakek hingga orang tuanya, memang kelenteng tersebut sudah seperti itu.

"Ya memang sudah sangat tua kelenteng ini, sejak jaman nenek saya bahkan buyut saya sudah ada, lihat saja dari ornamennya dengan gerbang yang menyerupai Borobudur, itu menandakan peradaban Jawa kuno," ungkap Fitriani kepada Liputan6.com beberapa waktu lalu.

Erfan Sujianto, Ketua 2 Klenteng Tri Dharma Sumbernaga menjelaskan, bahwa sebenarnya sudah tidak ada yang tahu terkait asli usia kelenteng ini, namun memang pembangunan kembali dilakukan pada 1865.

"Kalau usia yang sebenarnya sudah tidak tahu, ini perehapannya pada tahun 1865, jadi sudah sekitar 153 tahun lalu,berarti sebelum itu memang sudah ada Kelenteng ini," katanya.

Kelenteng Sumbernaga merupakan salah satu Cagar Budaya Kota Probolinggo, namun sekarang hangus terbakar dilalap si jago merah pada Jumat malam, 17 Mei 2019.

Ketua DPRD Kota Probolinggo, Agus Rudianto Ghofur membenarkan kebakaran di klenteng ini disayangkan karena sudah berusia ratusan tahun.

"Klenteng ini masuk salah satu destinasi wisata dan cagar budaya yang sering dikunjungi para wisatawan baik lokal maupun mancanegara," ujarnya.

 

Simak juga video pilihan berikut ini: