Banjir Konawe Utara, Kakek Pemakai Ikat Pinggang Penahan Lapar Hilang Kontak

Oleh Ahmad Akbar Fua pada 10 Jun 2019, 10:00 WIB
Lansia Asal Konawe, Pingsan di Atas Bara Api

Liputan6.com, Konawe Utara - Banjir yang disertai hujan lebat di wilayah Kabupaten Konawe Utara sejak Sabtu (1/7/2019) menyebabkan 4.089 orang mengungsi di wilayah perbukitan dan lokasi yang aman. Salah seorang pengungsi yang rumahnya sudah terendam banjir yakni, Tahir (80).

Pria tua yang sempat viral karena menggunakan ikat pinggang penahan lapar itu dikabarkan ikut menjadi pengungsi. Banjir yang mulai merendam pemukiman warga hingga 1 meter lebih di wilayah Desa Laroonaha, Kecamatan Oheo, Kabupaten Konawe Utara, memaksa Tahir harus mengungsi.

Tahir yang tinggal menumpang di rumah keluarganya, dibopong menuju perbukitan di wilayah hutan yang ada di pinggiran Kecamatan Oheo, Sabtu (8/6/2019). Bersama beberapa kerabat dan warga desa, Tahir menuju lokasi yang Aman.

Namun, sejak Minggu (9/6/2019) sekira pukul 10.00 WITA, Tahir hilang kontak dengan beberapa keluarganya yang masih berada di sejumlah lokasi aman di Konawe Utara. Pihak keluarga khawatir, karena pengungsi yang mengamankan diri di lokasi pegunungan sebagian besar hanya membawa pakaian di badan.

"Mereka juga hanya bawa makanan seadanya, hanya mi instan dan beras," ujar Lisratin, keluarga Kakek Tahir.

Dikatakan Lisratin, banjir Konawe mulai merendam beberapa titik wilayah Kecamatan Oheo sejak Sabtu pagi. Saat air sudah setinggi perut orang dewasa, warga mulai mengungsi.

"Kami tak tahu ini, mereka sudah mendapatkan tenda darurat atau belum," tambah Lisratin.

Diketahui, Tahir merupakan seorang Lansia asal Kabupaten Konawe Utara yang sempat viral karena kedapatan menggunakan ikat pinggang penahan lapar pada Maret 2019. Awal mula dia dikenal, saat istrinya Nuru (65) dirawat di rumah sakit karena tersiram air panas dan terjatuh di atas bara api.

Saat ditemui di rumah sakit, kondisi pasangan ini sangat memprihatinkan. Meskipun sudah tua renta, Tahir harus berkebun dan kadang bekerja menjadi pemanjat kelapa untuk menghidupi keluarganya.

 

2 of 2

BPBD Sultra Pantau 28 Lokasi Pengungsi

Banjir Konawe Utara
Banjir setinggi hingga 3 meter, merendam sejumlah pemukiman warga di Konawe Utara sejak Jumat (7/6/2019) hingga Minggu (9/6/2019). (Liputan6.com/ Ahmad Akbar Fua)

Sejak banjir yang melanda Kabupaten Konawe Utara, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyatakan ada 28 lokasi pengungsi. Jumlah sebanyak ini, tersebar pada enam kecamatan yang terendam banjir.

Di antaranya, Kecamatan Andowia, Asera, Oheo, Langgikima, Landawe dan Wiwirano. Hingga saat ini, sejumlah bantuan sudah diupayakan dibawa ke lokasi ini.

Diketahui, akses menuju lokasi Kecamatan Oheo, Langgikima, Landawe dan Wiwirano terputus. Penyebabnya, jembatan yang berada di wilayah Kecamatan Asera terendam banjir dan putus.

"Tim yang berasal dari Dinas Sosial Sulawesi Tenggara, Tanggap Bencana (Tagana) juga akan ikut bersama kami," ujar Kepala BPBD Sultra, Boy Ikhwansyah.

Dia mengatakan, 35 orang tim .mulai menurunkan bantuan di wilayah Konawe Utara. Yang akan dibawa, berupa logistik dan kelengkapan dapur umum Minggu (9/6/2019) malam.

"Ada sejumlah daerah yang terkena dampak dan masih terisolir. Namun, kami berupaya dengan bantuan semua pihak bisa mengurangi beban mereka," ujar Boy Ikhwansyah.

 

Simak juga video pilihan berikut ini:

 

Lanjutkan Membaca ↓