Puncak Arus Balik, Ribuan Kendaraan Terjebak Macet di Brebes

Oleh Muhamad Ridlo pada 10 Jun 2019, 02:00 WIB
Diperbarui 11 Jun 2019, 22:13 WIB
Ilustrasi – Lalu lintas Bandung-Yogyakarta di ruas Ciguling, Majenang, Cilacap, pada arus mudik lebaran 2015. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)

Liputan6.com, Brebes - Puncak arus balik Lebaran 2019 Jawa Tengah datang lebih cepat dari biasanya. Benar saja, pada H2+2 lebaran atau Sabtu dan Minggu, 8-9 Juni 2019, volume kendaraan meluap dan menyebabkan macet di Brebes.

Kemacetan Brebes terjadi karena kendaraan dari ruas tol dan pantura bentrok dengan kendaraan dari jalur tengah Banyumas-Brebes yang hendak masuk ke Pantura atau Tol Trans Jawa. Kemacetan juga dipicu antrean kendaraan yang panjang di Tol Trans Jawa.

Ribuan kendaraan itu secara bersamaan hendak balik ke Jakarta dan Bandung. Mereka sama-sama hendak melintas lewat Tol Trans Jawa di Pintu Tol Brebes.

“Iya, itu mengantre di pintu tol,” kata Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Perhubungan Kabupayen Banyumas, TR Hermawan, Minggu malam.

Kemacetan terjadi mulai dari perbatasan Banyumas-Brebes di Paguyangan, Bumiayu hingga pintu Tol Brebes. Volume kendaraan yang tinggi menyebabkan antrean panjang mulai dari pintu tol dan sejumlah ruas jalan sempit, seeperti Pasar Bumiayu, Brebes.

“Beberapa ruas jalan memang sudah tidak layak. Sempit. Hanya untuk menyalip saja kan susah di situ,” dia menjelaskan.

Macet Brebes terjadi karena pada Sabtu dan Minggu ini diperkirakan merupakan puncak arus balik lebaran 2019. Pasalnya, para pegawai pada Senin (10/6/2019) sudah mulai bekerja. Akibatnya, secara serentak mereka mulai kembali ke Jakarta, Bandung dan sejumlah kota besar lainnya.

Saksikan video pilihan berikut ini:

2 dari 2 halaman

Kondisi Jalur Selatan Jawa pada Arus Balik 2019

Lalu lintas Cilacap-Pangandaran padat pada puncak arus balik 2019. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)
Lalu lintas Cilacap-Pangandaran padat pada puncak arus balik 2019. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)

Kemacetan bahkan berimbas hingga ruas jalan yang sudah masuk ke wilayah Banyumas. Namun, dia menyebut beberapa ruas jalan di Banyumas tak sampai macet total. Hanya saja, antrean kendaraan terjadi di beberapa ruas jalur tengah dan selatan Banyumas.

“Yang agak macet itu di Ajibarang. Kemudian di Rawalo. Bergerak, tapi pelan,” dia mengungkapkan.

Untuk mengantisipasi kemacetan lebih parah, Dinas Perhubungan dan Kepolisian Resor Banyumas, Jawa Tengah mangalihkan arus lalu lintas jalur selatan dan jalur tengah Jawa Tengah ke Pemalang dan Bandung.

Kendaraan dari timur, seperti dari Kebumen diarahkan melintas ke jalur Purbalingga-Pemalang agar tak terjebak macet di Brebes. Kendaraan yang hendak masuk Tol Trans Jawa itu diarahkan untuk masuk ke tol Gandulan, Pemalang.

Adapun kendaraan yang melalui jalur selatan di ruas Wangon, mereka diarahkan ke Jalur Selatan melalui ruas Banyumas-Cilacap-Tasikmalaya dan Bandung. Pasalnya, berbeda dari jalur tengah, jalur selatan Banyumas-Cilacap justru lengang.

“Kalau jalur selatan Banyumas-Bandung, kendaraan paling di Nagreg. Kalau untuk Jawa Tengahnya aman, tidak ada macet,” ujarnya.

Sebelumnya, Kapolres Kebumen, AKBP Robertho Pardede mengungkapkan, jalur selatan dan jalur selatan selatan Jawa Tengah tahun ini lebih lengang dari biasanya. Kondisi ini menyebabkan arus lalu lintas cenderung lancar, nyaris tanpa kemacetan.

Menurut Pardede, lancarnya arus kendaraan ini banyak dipengaruhi berkurangnya jumlah mobil yang melintas di jalur ini. Pasalnya, kendaraan lebih memilih Tol Trans Jawa yang kini sudah dioperasikan.

Lanjutkan Membaca ↓