Puncak Arus Balik, Begini Rekayasa Lalu Lintas Pantura

Oleh Muhamad Ridlo pada 09 Jun 2019, 12:00 WIB
Polres Pemalang melakukan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kemacetan pantura, dalam kota dan jalur selatan. (Foto: Liputan6.com/Polres Pemalang/Muhamad Ridlo)

Liputan6.com, Pemalang - Usai mudik, kini masyarakat Indonesia disibukkan dengan rencana balik ke kota-kota besar usai berlebaran di kampung halaman. Akibatnya, volume kendaraan membludak pada puncak arus balik lebaran ini.

Ada dua jalur mudik di Pulau Jawa yang biasa digunakan untuk mudik dan balik, yaotu Pantura dan Jalur Selatan.

Tetapi kini, kedua jalur utama arus mudik dan arus balik lebaran itu kehilangan gaungnya usai beroperasinya Tol Trans Jawa. Tol Trans Jawa benar-benar mengurangi kemacetan-kemacetan panjang yang terjadi nyaris tiap tahun di dua ruas jalan utama nasional ini.

Meski begitu, beroperasinya tol yang membelah pulau Jawa ini bukannya sama sekali menihilkan potensi macet. Kemacetan tetap terjadi di sejumlah ruas jalan, terutama pada arus mudik dan puncak arus balik lebaran 2019 ini.

Kapolres Pemalang, AKBP Kristanto Yoga Darmawan mengatakan peningkatan volume kendaraan pada arus balik ini mengakibatkan lalu lintas di beberapa persimpangan jalur pantura dan jalur selatan Pemalang, padat. Kendaraan mengular lantaran banyaknya kendaraan yang melintas.

Kepolisian merekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kemacetan akibat meningkatkan volume kendaraan pada arus balik H+3 lebaran ini. Rekayasa berupa pemberlakukan sistem buka tutup untuk mengurai kemacetan.

Di pantura, pada puncak arus balik lebaran 2019 ini, kendaraan dari arah timur diprioritaskan dibuka lebih lama karena volume kendaraan meningkat saat arus balik ke arah Jakarta dan kota besar di sisi barat Jawa. Adapun di jalur selatan, kendaraan dari arah selatan lebih diprioritaskan dibanding kendaraan dari sisi utara.

"Diprioritaskan dibuka lebih lama karena peningkatan volume kendaraan lebih tinggi dibandingkan arah sebaliknya," ucapnya.

2 of 2

Sistem Satu Arah Tol Trans Jawa

Polres Pemalang melakukan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kemacetan pantura, dalam kota dan jalur selatan. (Foto: Liputan6.com/Polres Pemalang/Muhamad Ridlo)
Polres Pemalang melakukan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kemacetan pantura, dalam kota dan jalur selatan. (Foto: Liputan6.com/Polres Pemalang/Muhamad Ridlo)

Sementara itu, beberapa persimpangan atau di traffic light yang terpantau cukup padat di antaranya persimpangan Exit tol Gandulan, Comal, Sirandu, Bantarbolang dan Randudongkal. Rekayasa arus lalu lintas diklaim efektif untuk mengurangi dampak padatnya kendaraan.

"Meningkatnya volume kendaraan menyebabkan kepadatan, namun dapat terurai dan tidak sampai terjadi kemacetan," dia menjelaskan.

Selain kepadatan kendaraan di persimpangan jalan padatnya kendaraan juga terdeteksi di perlintasan sebidang kereta api. Namun, secara umum lalu lintas di pantura, dalam kota dan jalur selatan relatif lancar.

"Polres Pemalang akan terus berupaya meminimalisir kemacetan dan kecelakaan agar terwujud mudik yang aman dan nyaman di wilayah Kabupaten Pemalang," ucapnya,

Kasatlantas Polres Pemalang, AKP Herdiawan Arifianto mengatakan Tol Trans Jawa memberlakukan one way ke arah barat. Ini dilakukan untuk mengantisipasi padatnya kendaraan yang mengarah ke Jakarta pada arus balik ini.

Meski begitu, masih ada beberapa pengendara tujuan Semarang yang tidak tahu dan hendak masuk ke jalur Tol Trans Jawa. Polisi yang bertugas kemudian mengarahkan agar kendaraan tersebut diarahkan ke pantura.

"Di persimpangan Exit Tol Gandulan, petugas mengarahkan pengendara tujuan Semarang untuk melewati Jalur pantura," ucap Herdiawan.

 

Simak juga video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓