Ada Mumi Perempuan di Lembah Baliem

Oleh Liputan6.com pada 09 Jun 2019, 00:00 WIB
Diperbarui 09 Jun 2019, 00:00 WIB
Mumi Wanita Berusia 3.000 Tahun
Perbesar
Arkeolog berdiri dekat mumi wanita bernama Thuya dalam sarkofagus di Luxor, Meisr, Sabtu (24/11). Sarkopafus itu adalah salah satu dari dua sarkofagus yang ditemukan awal bulan ini, dalam sebuah misi pencarian oleh peneliti Prancis. (Khaled DESOUKI/AFP)

Liputan6.com, Papua - Lembah Baliem, di Provinsi Papua memang dikenal dengan tradisi mumi dari Suku Dani. Biasanya jasad yang diawetkan tersebut, hanya laki-laki saja.

Namun berbeda di Distrik Angguruk, Kabupaten Yahukimo Papua. Salah satu warga sekitar menemukan mumi berjenis kelamin perempuan, yang dinamakan sebagai Yamen Silok atau mumi Angguruk.

Menurut Peneliti Balai Arkeologi Papua Hari Suroto, prosesi mengawetkan jasad memang sudah menjadi tradisi warga yang tinggal di Lembah Baliem Papua.

Mumi yang disebut dengan ‘Akonipuk’ ini mengandung arti dikeringkan. Hanya laki-laki yang merupakan panglima perang Suku Dani, yang berhak diawetkan dalam bentuk mumi.

"Namun di Lembah Baliem sebelah timur, ada mumi unik milik Suku Yali. Mumi ini satu-satunya mumi perempuan," katanya, Sabtu (8/6/2019).

Nama mumi Yamen Silok atau mumi Angguruk ini disematkan karena ditemukan di Kampung Angguruk, Distrik Kurima, Kabupaten Yahukimo.

Proses pengawetan mumi Yamen Silok ini, diperkirakan terjadi secara alamiah dan tidak disengaja. Karena mumi ini ditemukan oleh salah satu warga Suku Yali di dalam goa. Di dalam goa tersebut juga terdapat sungai bawah tanah.

"Cuaca dingin di Lembah Baliem diperkirakan membuat orang yang meninggal bisa terproses menjadi mumi secara alami," ujarnya.

simak video pilihan berikut: