Mengunjungi Lima 'Surga' Tersembunyi di Muna Saat Libur Lebaran

Oleh Ahmad Akbar Fua pada 06 Jun 2019, 14:00 WIB
Diperbarui 06 Jun 2019, 14:00 WIB
Puncak Masalili, di wilayah Kecamatan Kontunaga Kabupaten Muna.
Perbesar
Puncak Masalili, di wilayah Kecamatan Kontunaga Kabupaten Muna. (Liputan6.com/Ahmad Akbar Fua)

Liputan6.com, Muna - Kabupaten Muna berada di bagian tenggara Provinsi Sulawesi Tenggara. Pulau yang dikenal dengan gugusan puncak karst yang indah, juga memiliki sejumlah potensi wisata pantai yang menjadi penyejuk mata.

Ada lima lokasi 'surga' yang hanya berjarak belasan kilometer dari ibukota kabupaten. Rata-rata, perjalanan hanya ditempuh setengah 30 menit hingga satu jam dengan kendaraan roda dua atau roda empat.

Puncak Karst Masalili

Puncak Masalili berada di Desa Masalili Kecamatan Kontunaga. Berjarak 20 menit perjalanan dari Ibukota kabupaten, kawasan ini merupakan gugusan bukit karst (kapur) yang menjulang hingga 30 meter.

Ada belasan bukit kapur yang berdiri kokoh diantara perkebunan para petani di wilayah itu. Sekilas, lokasi ini mirip miniatur gugusan bukit karst yang terkenal di Guilin, China.

Jika udara cerah, lokasi ini cocok dijadikan sebagai arena wall climbing oleh penyuka tantangan. Tekstur bukit yang dipenuhi bebatuan, memancing adrenalin para pemanjat untuk mencapai puncaknya.

Di atas puncak, wisatawan disuguhkan pemandangan berlatar belakang lebatnya hutan Masalili. Pada pagi dan sore hari, lokasi ini cocok dijadikan spot foto menarik.

Ada dua puncak utama disana, saat ini sudah dibuat jembatan gantung. Dari dua puncak yang berjarak 40 meter lebih, pengunjung ditantang untuk menyeberangi dua bukit setinggi hampir 40 meter hanya dengan menapaki jembatan yang terbuat dari kayu.

Bupati Muna, Rusman Emba mengakui masih banyak kekurangan yang harus dibenahi. Meskipun, keindahan wisata ini menurutnya bisa memberikan pemasukan bagi pendapatan daerah.

"Kita akan terus benahi, kedepannya diharapkan bisa menjadi ikon wisata yang menjadi incaran wisatawan," ujarnya.

2 dari 3 halaman

Telaga Biru Moko

Laguna Napabale, wisata danau air payau dengan nilai sejarah dan keindahan alam yang menyejukkan mata.
Perbesar
Laguna Napabale, wisata danau air payau dengan nilai sejarah dan keindahan alam yang menyejukkan mata. (Liputan6.com/Ahmad Akbar Fua)

Telaga Biru Moko atau biasa disebut danau penyu, berada di Desa Walengkabola Kecamatan Tongkuno Kabupaten Muna. Cocok untuk weekend atau pelarian saat pikiran sedang penat.

Berair biru, menjadi salah satu daya tariknya. Dasar telaga, bagi wisatawan baru, terlihat hanya sedalam beberapa meter.

Tetapi jangan salah, bagian tengah telaga ini kedalamannya mencapai 12 meter. Cocok bagi wisatawan pemula yang ingin mencoba kemampuan latihan snorkeling.

Di dalam telaga, ada seekor penyu tua dan jinak yang kerap menjadi hiburan para penyelam. Sambil berenang, banyak diantara penyelam yang kerap berswafoto dengan penyu berwarna kecoklatan itu.

Pantai Maleura

Pantai ini, terletak di Desa Lakarinta Kecamatan Lohia. Berjarak sekitar 18 kilometer dari ibukota kabupaten Muna.

Saat pertama kali mencapai di lokasi ini, mata akan tertuju pada gugusan pasir putih dan samudera biru. Garis pantai yang dangkal danberair tenang, cocok menjadi tempat beristirahat dan menemukan inspirasi dikala penat.

Tapi, hindari akhir pekan atau libur hari raya. Pada dua momen ini, banyak wisatawan lokal yang menjadikan Malaura sebagai tempatberlibur bersama keluarga.

Selain suasana pantai yang ramah untuk anak kecil, ada beberapa spot foto menarik. Ada salah satu dermaga kecil berlatar rimbunnya barisan pohon kelapa yang kerap dijadikan spot terbaik pengunjung.

Landscape view berlatar belakang pantai dan selat buton menjadi pilihan favorit pengunjung. Hanya dengan menyewa perahu yang tak menguras kantong, wisatawan yang hobi memancing bisa meluangkan waktu memancing di selat.

Puncak Mangkeluno

Puncak Mangkeluno berada di Desa Wabintingi Kecamatan Lohia. Perjalanan sekitar sejam dari ibukota kabupaten Muna Berjalan menyusuri setapak sebelum masuk ke puncak, wisatawan akan melewati perkebunan milik warga.

Kerap dianggap jalur ekstrim dan menguras tenaga, perasaan akan berubah bila sudah mencapai puncak.

Sebelum menikmati indahnya pemandangan puncak, wisatawan harus berjalan sekitar 2 kilometer. Cukup menguras tenaga,namun rata-rata mengaku puas ketika bisa duduk dan berfoto diatas di sejumlah spot yang sudah disiapkan pengelola lokasi.

Dari puncak, wisatawan bisa menikmati samudera di selat Buton dari kejauhan. Ibukota kabupaten juga bisa terlihat dari atas puncak.

Jika belum hafal jalur menuju ke lokasi, wisatawan biasanya bisa menyewa remaja atau anak kecil yang tinggal di desa sekitar bisa mengantar ke puncak. Hanya dengan merogoh kocek Rp 20 ribu, pemandu bisa diminta tolong untuk membawakan barang bawaan pengunjung.

3 dari 3 halaman

Terowongan Rahasia Napabale

Pantai Maleura, di Kabupaten Muna.
Perbesar
Pantai Maleura, di Kabupaten Muna. (Liputan6.com/Ahmad Akbar Fua)

Pantai dan danau Napabale menjadi salah satu spot yang terbaik di Muna. Keindahan laguna Napabale menjadi salah satu objek foto yangkerap diikutkan dalam event foto nasional dan internasional.

Laguna napabale, berair tenang dan berada ditengah perbukitan karst. Berbentuk seperti tapak kaki dilihat dari udara, laguna ini memilikiterowongan sepanjang 200 meter.

Terowongan ini, menghubungkan laguna dengan pantai yang berada di sebelah bukit. Untuk melewati terowongan, sebaiknya saat air lautsedang surut. Sebab, air laut akan menutupi terowongan jika sedang pasang.

Dahulu, terowongan ini dipakai para bajak laut bersembunyi. Perahu akan disembunyikan di dalam terowongan untuk menghindari pasukan kerajaan yang mengejar mereka.

Di pantai Napabale, pengunjung bisa melepaskan penat atau berjemur menghadap laut berombak tenang dan angin sepoi-sepoi. Pagi harimenjadi pilihan waktu yang tepat bersama keluarga.

Dari lima lokasi wisata yang ada di kabupaten Muna, rata-rata belum didukung dengan fasilitas umum yang layak bagi para pencari kesenangan. Contoh, Napabale sudah memiliki kamar mandi umum namun hanya dirawat pada momen tertentu.

Selain itu, homestay dan fasilitas warung makan yang berada di sekitar lokasi juga masih kurang. Kondisi ini memaksa wisatawan dari luar daerah harus pulang kembali ke ibukota kabupaten yang berjarak setengah jam perjalanan dari pantai.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓