Gubernur Khofifah Luncurkan 3 Program untuk Generasi Milenial Jawa Timur

Oleh Dian Kurniawan pada 28 Mei 2019, 11:30 WIB
Gubernur Khofifah Luncurkan Program MJC, EJSC dan Big Data

Liputan6.com, Surabaya - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meluncurkan program Millenial Job Center (MJC), East Java Super Coridor (EJSC), dan Big Data di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin, 27 Mei 2019, sore. Peluncuran program tersebut dilakukan tepat sehari sebelum berakhirnya 99 hari pertama program kerja pemerintahan Gubernur Khofifah dan Wagub Emil.

Dalam sambutannya, Khofifah menyampaikan, bahwa MJC dan EJSC masuk dalam janji kampanye pada 99 hari kerja pertamanya. Dalam proses persiapannya, pihaknya mengaku telah melakukan uji coba di beberapa titik, sehingga tidak hanya kemampuan yang disiapkan, tetapi juga ekosistemnya.

"Persiapan ekosistem inilah yang harus dikoordinasikan dengan klien yang disebut dunia usaha dunia industri/dudi dan mentornya. Selain itu juga talentnya sendiri apakah anak-anak lulusan SMK/SMA atau S1," tutur gubernur perempuan pertama di Jatim ini.

Khofifah mengaku bersyukur, pada peluncuran program kali ini bertepatan pula dengan adanya program dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) digital talent scholarship. Dengan demikian, akan mempermudah generasi milenial untuk bisa masuk MJC.

"Kami berharap setelah mereka di-training sekitar 3 bulan, maka akan mudah terkoneksi dengan dudi. Apalagi, mentor dan klien yang kita sebut three partied juga sudah siap," ujarnya.

Dia menambahkan, pengembangan pusat informasi super koridor atau disebut EJSC akan menyambungkan antara UKM, IKM, dengan market. Oleh sebab itu, diharapkan generasi milenial Jatim akan tertarik dengan dunia UKM, IKM, termasuk di bidang pertanian termasuk nelayan.

"Lewat MJC sebetulnya para milenial tidak hanya sekadar mendapat keterampilan dari pelaku digital ekonomi, tetapi juga menyambungkan market akses ke UKM dan IKM," tutur Khofifah.

Lebih lanjut disampaikan, memasuki revolusi industri 4.0 selain ekosistemnya disiapkan maka kebutuhan Big Data merupakan salah satu prasyarat.

Pihaknya menceritakan, saat pertama kali melakukan pengecekan ke kantor Pemprov Jatim usai dilantik yang ditanyakan yakni apakah memiliki pusat data. Selain itu, saat ke Kominfo Provinsi Jatim, pertanyaan yang sama juga disampaikan apakah sudah memiliki big data.

"Untuk membangun konektivitas di antara seluruh layanan informasi yang dimiliki Pemprov Jatim, maka dibutuhkan percepatan," terang Khofifah sembari mengimbuhkan bahwa masing-masing OPD sudah memiliki sistem tapi belum terkoneksi jadi yang dibutuhkan yakni Jatim Connect.

2 of 3

Tekan Jumlah Pengangguran

Gubernur Khofifah Luncurkan Program MJC, EJSC, dan Big Data
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meluncurkan program Millenial Job Center/MJC, East Java Super Coridor/EJSC, dan Big Data di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (27/05/2019) sore. (Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Gubernur Khofifah juga menjelaskan program East Java Smart Province Economic Router/EASIER. Harapannya, program ini bisa menjadi pusat pergudangan dari barang impor yang bisa dikembalikan tanpa dikenakan cukai sebelum diakses masyarakat. Sehingga, UKM/IKM bisa tidak dikenakan cukai untuk mendapatkan bahan baku yang masih diimpor.

"Harapannya ini bisa memberikan akses bagi UKM/IKM terhadap barang-barang yang masih diimpor dan itu tidak harus dibayar bea cukainya. Inilah konsep dari dari EASIER," tutur orang pertama di jajaran Pemprov Jatim ini.

Pada akhir sambutannya, Khofifah berharap program-program yang diluncurkan hari ini bisa memberikan manfaat besar bagi seluruh masyarakat Jatim. "Saya ingin UKM dan IKM indah dan potensial di mata milenial, nelayan maupun petani juga indah di mata millenial. Karenanya inovasi dan kolaborasi harus terus kita lakukan," dia memungkasi.

Sementara itu, Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak menyampaikan, bahwa tantangan mencetak wirausaha muda perlu mendapat perhatian lebih. Hal ini penting dilakukan karena tingkat pengangguran terbanyak didominasi oleh kalangan SMA ke atas.

"Para lulusan SMA sederajat merupakan penyumbang pengangguran terbesar, bisa jadi karena pekerjaan yang mereka minati tidak tersedia di pasar. Oleh sebab itu, MJC merupakan salah satu solusinya," tutur Emil sapaan akrab Wagub Jatim.

Emil menambahkan, saat ini generasi milenial lebih memilih pekerjaan yang tidak terikat waktu atau kontrak seperti web developer, content creator, ataupun digital marketing. Di sinilah peran MJC yaitu mempertemukan para talent yang belum memiliki pengalaman dengan klien dunia usaha.

"Kami akan memberikan fasilitas bagi para talent untuk mengembangkan keterampilannya dengan didampingi mentor," tuturnya sembari menjelaskan program MJC yang akan dikawal penuh dengan baik sehingga pada tahun 2020 bisa dioperasikan secara total.

3 of 3

Dukungan Pengusaha Digital Market

[Fimela] Steve Christian
Steve Christian. (Nurwahyunan/Fimela.com)

Pada kesempatan yang sama, CEO Kapanlagi Youniverse Steve Christian, menyampaikan apresiasinya atas peluncuran MJC, EJSC, dan Big Data di lingkup Provinsi Jatim. Menurutnya, program ini sangat membantu pengembangan tenaga-tenaga kreatif. Bahkan, pihaknya juga bersedia menjadi mentor bagi para talent yang telah terdaftar di MJC.

"Ini merupakan bentuk inisiatif yang sangat membantu khususnya di dunia media seperti kami. Kami berharap dimulai dari Jatim dan nantinya akan bisa menjadi program nasional di Indonesia," dia mengharapkan.

Dukungan yang sama juga disampaikan salah satu market place Indonesia yakni Bukalapak. Public Policy and Government Relations Manager Bukalapak Luciana Dita mengatakan, pihaknya merasa akan sangat terbantu dengan adanya MJC. Apalagi, kebutuhan talent IT di digital platform seperti Bukalapak sangatlah tinggi.

Selain itu, pihaknya juga menyediakan program engineer mentorship yang tepat, agar ada regenerasi para talent muda. Hal ini mempermudah para client dalam menjaring milenial IT. "Dengan demikian jumlah pengangguran bisa menurun, dan profesi IT dapat tumbuh subur khususnya bagi anak muda di Jawa Timur," ungkap Luciana.

Pihak Bukalapak, lanjutnya, juga telah mendukung Pemprov Jatim dalam menjalankan e-government yang pastinya sangat terkait dengan Big Data. Dukungan ini tentunya akan menjadikan sistem yang dibuat menjadi lebih efektif, serta membantu perkembangan Jatim dari sektor ekonomi di setiap desa hingga ke pelayanan publik.

Bukan hanya Kapanlagi dan Bukalapak, dukungan untuk MJC, EJSC dan Big Data juga datang dari CEO Amazon Web Services, pihak Kementerian Kominfo, serta perwakilan Gojek App. Bahkan, mereka sependapat bahwa MJC dan EJSC bukan hanya akan menumbuhkan UKM/IKM baru ala milenial tapi juga sebagai corong pemerintah sehingga terjadi multiplier effect pada masyarakat.

Peluncuran MJC, EJSC, dan Big Data tersebut ditandai dengan pemukulan gong virtual oleh Gubernur Khofifah didampingi oleh Wagub Emil.

Turut hadir dalam kegiatan ini, antara lain Kepala BUMD se Jatim, pimpinan media cetak dan elektronik, perwakilan UKM/IKM, Forkas, Sekretaris Departemen Informatika ITS, tokoh agama dan tokoh masyarakat, serta kepala OPD di jajaran Pemprov Jatim.

 

Simak video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓