Promosi Wisata Saat Ramadhan Ala Big Bikers Lombok

Oleh Hans Bahanan pada 27 Mei 2019, 02:00 WIB
Promo Wisata ala Biker di Lombok (Liputan6.com / Hans Bahanan)

Liputan6.com, Mataram - Pulau Lombok memiliki segudang keindahan terutama dari sisi alam seperti pantai, hutan, dan gunung. Setelah beberapa bulan lalu Lombok pernah dihantam gempa besar empat kali berturut-turut, berbagai cara dilakukan untuk mengangkat lagi citra pariwisata Lombok ini.

Salah satunya dengan adanya rencana ajang dunia Moto GP. Perhelatan balap internasional itu dipastikan akan digelar di Kuta Mandalika, Lombok.

Dalam mempromosikan Pulau 1000 Masjid ini, sekaligus mendukung rencana Moto GP tersebut, sedikitnya 20 penunggang motor sport besar di atas 600-1400 CC menggelar road trip ke Kuta Mandalika.

Road trip sejauh 100 Kilometer tersebut bermula dari Kota Mataram dengan mengitari setiap ikon utama yang ada di Lombok seperti Tabolak di Jalan baru By Pass Mataram Bandara Lombok, Bundaran Ikon Masjid di Lombok Barat, dan Bendungan Batu Jai di Lombok Tengah.

Terakhir, para bikers ini mengitari lokasi Sirkuit Moto GP yang segera di bangun di Kuta Mandalika dan kembali ke Mataram untuk membagikan 1000 takjil kepada warga dan pengendara yang melintas di tengah Kota Mataram.Promo Wisata ala Biker di Lombok (Liputan6.com / Hans Bahanan)Salah satu pengurus BBC Lombok, Subhan Putra, mengatakan tujuan digelarnya BBC trip 100 Kilometer di bulan Ramadan ini sebagai ucapan rasa syukur dengan hadirnya Moto GP yang dipastikan sebagai kebangkitan kembali Pulau Lombok pasca gempa.

"Yang paling utama sih kegiatan ini untuk promosi Lombok karena akan dijadikan tempat untuk gelaran Moto GP di tahun 2021. Namun karena ini bulan puasa, kami para Big Bikers juga membagi 1000 takjil kepada para pengendara sebagai rasa syukur dengan perhelatan tersebut dan berharap pulau Lombok bisa ramai seperti dulu lagi," kata Subhan.

Selain itu, dia menambahkan, road trip ini juga menjadi Safety Road Campaign (Kampanye Keselamatan Berkendara) dengan menghimbau kepada para pengendara untuk mengutamakan keselamatan dan ke hati-hatian.

"Kami kampanyekan keselamatan sambil membagikan takjil. Sebab, banyak kecelakaan terjadi karena ketidak hati-hatian dan banyak korban kecelakaan karena kurangnya peralatan pengaman seperti helm," kata Subhan.