Hadapi Mudik Lebaran, Ribuan Petugas Disebar di Ratusan Pos Kesehatan Jabar

Oleh Huyogo Simbolon pada 25 Mei 2019, 07:01 WIB
Diperbarui 25 Mei 2019, 07:17 WIB
Ternyata bukan cuma Indonesia, negara lain yang melakukan kebiasaan mudik juga mengalami kemacetan.

Liputan6.com, Bandung - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Barat mengupayakan pelayanan kesehatan bagi pemudik Lebaran. Hal ini mengingat jutaan pemudik diprediksi akan menggunakan jalur darat pada mudik Idulfitri 1440 Hijriah.

Kepala Dinkes Jabar, Berli Hamdani melalui Kepala Bidang Pelayanan, Rita Kartika mengatakan, pihaknya telah menyebar petugas dan sarana kesehatan untuk melayani pemudik pada Lebaran tahun ini.

Mereka akan disebar ke seluruh kabupaten/kota yang ada di provinsi tujuan mudik tersebut.

Rita mengatakan, berdasarkan acuan tahun lalu terdapat ribuan dokter, perawat dan petugas kesehatan lainnya yang akan diterjunkan untuk menghadapi mudik tahun ini.

"Berdasarkan data tahun 2018, ada 4.759 perawat, 1.123 dokter dan 2.554 supir dan tenaga kerja yang menopang tim kesehatan. Jadi untuk tahun ini jumlahnya tidak jauh beda bahkan tidak menutup kemungkinan ada penambahan," kata Rita di Bandung, Jumat (24/5/2019).

Sedangkan infrastruktur layanan mudik, pihaknya juga akan menyiapkan menyiagakan ratusan pos kesehatan.

"Masih berpegangan pada data 2018, ada 315 Poskes, 654 PKM, 705 ambulans dan 17 motor PSC," ujarnya.

2 of 2

2,5 Juta Kendaraan Diprediksi Melintas

Kepala Bidang Pelayanan Dinkes Jabar, Rita Kartika.
Kepala Bidang Pelayanan Dinkes Jabar, Rita Kartika. (Huyogo Simbolon)

Rita menyebutkan, berdasarkan data dari Dinas Perhubungan Jawa Barat, jumlah pemudik yang melintasi wilayah Jabar pada tahun yang sama berjumlah 2,5 juta kendaraan.

Jumlah tersebut diprediksi mengalami kenaikan sebesar 10 persen.

Untuk itu, pihaknya mengirimkan surat edaran kepada kepala daerah di seluruh Jabar untuk mempersiapkan tim kesehatan tim kesehatan untuk berada di pusat layanan kesehatan mulai 29 Mei-13 Juni 2019.

Kemudian, pihaknya juga membuka kontak darurat 119 yang tersebar di Bekasi, Karawang, Bandung, dan Sumedang.

Hal ini, diharapkan bisa memenuhi layanan kesehatan darurat seperti akibat kecelakaan atau lainnya.

Selain itu, Dinkes Jabar turut melakukan monitoring dan evaluasi untuk mewaspadai kebencanaan.

"Untuk mencegah terjadinya kecelakaan, kita juga berkoordinasi dengan Polda dan Dishub untuk mengantiisipasi melakukan tes kesehatan pada pengemudi transportasi umum," ujarnya.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓