Arung Sungai Ekstrem ala Penjual Bambu Hutan Bone Bolango

Oleh Arfandi Ibrahim pada 21 Mei 2019, 06:00 WIB
Diperbarui 21 Mei 2019, 06:00 WIB
Arung sungai ala penjual bambu (Liputan6.com / Arfandi Ibrahim)
Perbesar
Arung sungai ala penjual bambu (Liputan6.com / Arfandi Ibrahim)

Liputan6.com, Bone Bolango - Para penjual bambu di Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo beraksi bak atlet olah raga ekstrem arung jeram tiap ada pesanan. Pasalnya, mereka mengantarkan pesanan melalui jalur sungai Bone yang deras dan berbahaya.

Dari pantauan Liputan6.com, Senin (13/5/2019), terliha bagaimana mereka beraksi melayani pelanggan. Tepat di tepian hulu sungai Bone, Kabupaten Bone Bolango, sekelompok orang terlihat sibuk membuat rakit dari bambu. Bambu-bambu itu yang akan dijual ke Kota Gorontalo.

Tidak seperti biasanya, bambu setelah diambil kemudian diangkut melalui truck atau kendaraan angkut lainya. Namun sekelompok orang ini mengambil bambu dari hutan kemudian dibawa ke kota melalui arus sungai.Arung sungai ala penjual bambu (Liputan6.com / Arfandi Ibrahim)Saat mengarak rakit tersebut, mereka harus melawan arus dan dalamnya sungai Bone. Sementara jarak sungai menuju ke kota terbilang jauh. Mereka harus menempuh puluhan kilometer dengan waktu satu hari.

Arus sungai yang kuat menjadi tantangan tersendiri. Sesekali di tengah perjalanan, mereka sering bertemu dengan reptil binatang buas yakni buaya.

"Kami sering bertemu buaya, namun Alhamdulillah dengan bermodalkan sebuah tongkat yang kami genggam selama perjalanan bisa mengusir mereka sehigga mereka tidak mengganggu perjalanan kami," kata Kadimu, seorang di antaranya.

Ia mengaku sudah menjalani pekerjaan ini selama bertahun-tahun. "Sudah lama saya dan teman-teman bekerja begini, setiap ada pesanan kami langsung pergi ke hutan kemudian kami bawa melalui sungai hingga sampai di kota," katanya.

Arung sungai ala penjual bambu (Liputan6.com / Arfandi Ibrahim)
Perbesar
Arung sungai ala penjual bambu (Liputan6.com / Arfandi Ibrahim)