Kesiapan Tol Cipali Hadapi Sistem Satu Arah Arus Mudik 2019

Oleh Panji Prayitno pada 17 Mei 2019, 15:00 WIB
Kesiapan Tol Cipali Hadapi Sistem Satu Arah Arus Mudik 2019

Liputan6.com, Cirebon - Tol Cipali menjadi bagian dari ruas jalan yang menerapkan sistem satu arah pada arus mudik Lebaran 2019 ini.

Berbagai upaya dan persiapan terus dilakukan dalam menghadapi lonjakan pemudik yang akan melewati jalur Trans Jawa. Termasuk koordinasi dengan polisi dalam persiapan melakukan rekayasa lalu lintas di Tol Cipali.

GM PT Lintas Marga Sedaya (LMS) pengelola Tol Cipali Suyitno mengatakan, jumlah kendaraan yang melintas di tol sepanjang mudik tahun 2019 diprediksi meningkat.

Dia menyebutkan, peningkatan volume kendaraan diprediksi mencapai 12 persen dibanding tahun lalu. Puncak arus mudik 2019 di Tol Cipali pada H-5 atau 31 Mei 2019.

"Kalau tahun lalu ada 94.597 kendaraan melintas saat arus mudik dan tahun ini diprediksi naik 109.560 kendaraan," kata Suyitno, Kamis (16/5/2019).

Pada persiapannya, Cipali melakukan sejumlah perbaikan fisik dan infrastruktur. Seperti fasilitas parkir tambahan, renovasi di rest area KM 130 dan 86.

Suyitno menyebutkan, sejumlah titik jalan di ruas Tol Cipali juga mengalami kerusakan. Dia menargetkan perbaikan kerusakan jalan di Tol Cipali akan selesai pada 26 Mei 2019.

"Kami sampaikan pemudik untuk menjaga kesehatan pengemudi waspada di jalan serta jangan lupa isi e-Money Anda," kata dia.

2 of 2

Ketersediaan Uang Elektronik

Kesiapan Tol Cipali Hadapi Sistem Satu Arah Arus Mudik 2019
Sejumlah titik di ruas Tol Cipali tengah dilakukan perbaikan sebelum musim mudik 2019 tiba. Foto (Liputan6.com / Panji Prayitno)

Dalam menghadapi sistem satu arah pada arus mudik 2019, Tol Cipali akan membuka seluruh gerbang di tol exit Tol Palimanan Cirebon.

Dia menjelaskan, pembukaan gerbang secara keseluruhan tersebut karena Tol Palimanan menjadi tempat pengendara melakukan transaksi sebelum melanjutkan perjalanan mereka melawati tol di luar pengelolaan Cipali.

"Normalnya 12 gardu dibuka tapi nanti mungkin pas satu arah diberlakukan dan memasuki puncak arus mudik kami akan buka semua gardu," kata dia.

Dia mengatakan, exit tol Palimana dijadikan tempat pengguna tol untuk melakukan transaksi. Oleh karena itu, dia juga menyiapkan petugas tambahan untuk menjual ETC baik di rest area maupun exit Tol Palimanan.

Suyitno mengakui masih ada pengendara yang tidak menggunakan e-money sebagai alat pembayaran di tol. Oleh karena itu, pengelola juga menyiapkan uang receh untuk melayani kembalian penumpang yang membeli kartu ETC di lokasi.

"Agar tidak menambah macet jadi kami siapkan receh karena memang banyak pengendara yang lupa bawa e-money bahkan belum beli," kata dia.

Saksikan video pilihan berikut ini: 

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by