Ratusan Ribu Surat dari Pelajar untuk Gubernur Sumsel

Oleh Nefri Inge pada 14 Mei 2019, 17:00 WIB
Diperbarui 14 Mei 2019, 17:00 WIB
Gubernur Dapat Ratusan Ribu Surat dari Pelajar se-Sumsel

Liputan6.com, Palembang - Para pelajar se-Sumatera Selatan (Sumsel) berkesempatan bisa mengirimkan surat berisi aspirasi dan harapan kepada Gubernur Sumsel Herman Deru. Orang nomor satu di Sumsel ini bahkan mendapatkan ratusan ribu surat dari para pelajar.

Menurut Herman Deru, surat yang ditulis di kertas koran oleh para pelajar se-Sumsel ini, banyak berisi kritikan tentang infrastruktur dan meminta solusi untuk permasalahan di lingkungannya.

“Nanti saya akan balas, memang berencana akan membalas beberapa surat dari siswa. Karena isinya sangat kritis dan menarik,” ujarnya di Griya Agung Palembang, Senin (13/5/2019).

Surat untuk Gubernur Sumsel sebanyak 149.408 lembar ini, berhasil membawa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel meraih rekor Museum Rekor dunia- Indonesia (MURI).

Perolehan ini didapat dalam lomba menulis surat kepada Gubernur Sumsel, oleh siswa terbanyak tingkat SMP/MTS dan SMA/SMK/MA sederajat. Lomba ini digelar oleh salah satu media cetak terbesar di Sumsel.

Peserta yang mengikuti lomba ini, menyampaikan pengiriman surat terbanyak melalui kertas koran. Ada 80 pemenang yang berhak menerima sejumlah hadiah uang tunai dan studi wawasan kebangsaan.

“Melalui surat ini, siswa dapat mencurahkan apa kata hati. Ini membangkitkan semangat siswa untuk mengungkapkan sesuatu. Tidak ada gunanya cerdas kalau tidak berani mengungkapkan,” katanya.

Mantan Bupati Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur ini melihat, para siswa untuk menulis saran dan kritik ke Gubernur Sumsel, merupakan suatu keberanian yang patut diapresiasi.

Gubernur Sumsel mengaku sangat mendukung pendidikan gratis yang berkeadilan, dimana memiliki mutu dan kualitas yang sama.

 

 

2 dari 2 halaman

Raih Rekor Muri

Gubernur Dapat Ratusan Ribu Surat dari Pelajar se-Sumsel
Gubernur Sumsel Herman Deru meraih rekor Muri dengan jumlah surat untuk gubernur terbanyak (Dok. Humas Pemprov Sumsel / Nefri Inge)

“Kita setuju sekolah tidak berbayar, namun kita juga harus cerdik membuat klaster-klaster pendidikan dan mutu dan kualitas yang terbaik,” ujarnya.

Herman Deru mengatakan, warga Sumsel mempunyai nilai lebih didalam menyelanggarakan acara-acara demokrasi yang terbuka. Termasuk juga menulis surat yang merupakan salah satu bentuk demokrasi.

Panitia menyediakan waktu 15 menit untuk menulis surat secara langsung. Guru pendmping tidak diperkenankan membantu.

Senior Manager Muri Awan Raharji mengatakan capaian ini sulit dilalui pihak lain. Apalagi capaian jumlah surat untuk Gubernur Sumsel, mengalahkan rekor Muri yang lama.

“Kami sudah melakukan verifikasi dan mencatat pengiriman surat untuk gubernur melalui kertas koran. Ini memecahkan rekor lama,” katanya.

Lanjutkan Membaca ↓