Bentrok Antara Jukir dan Ojol Warnai Momen Buka Puasa di Makassar

Oleh Eka Hakim pada 14 Mei 2019, 02:30 WIB
Diperbarui 14 Mei 2019, 03:17 WIB
Kapolsek Panakukang Kompol Ananda Fauzi tampak turun langsung melerai bentrokan antara jukir dan driver ojol yang berlangsung di area terowongan Mal Panakukang, Makassar (Liputan6.com/ Eka Hakim)

Liputan6.com, Makassar Puluhan juru parkir (jukir) terlibat bentrok dengan massa pengemudi ojek online (ojol) di area terowongan Mal Panakukang, Makassar, Senin 13 Mei 2019 jelang berbuka puasa.

Akibat bentrokan tersebut, seorang pengemudi ojol mengalami luka robek pada jidadnya akibat hantaman benda tumpul yang dilayangkan oleh sejumlah jukir.

"Baik korban dan pelaku serta beberapa saksi sementara dimintai keterangannya di Mapolsek Panakukang," kata Kapolsek Panakukang, Makassar, Kompol Ananda.

Korban yang merupakan pengemudi ojol, Irfan (17) diketahui mengalami luka robek di bagian wajahnya akibat pengeroyokan yang dilakukan oleh pelaku, Hendra (18) jukir bersama rekannya yang kerap beraksi di bawah terowongan Mal Panakukang, Makassar.

"Jadi saat bentrok, ada seseorang berteriak bom. Sehingga pengunjung Mall Panakukang Makassar berhamburan ke luar hingga area perparkiran di bawah terowongan mal. Jadi isu bom itu hoaks yang ada hanya bentrokan," terang Ananda.

 

2 dari 2 halaman

Motif Perselisihan

Ratusan driver ojol bertahan di depan Mapolsek Panakukang Makassar menunggu rekannya yang diamankan oleh pihak Polsek (Liputan6.com/ Eka Hakim)
Ratusan driver ojol bertahan di depan Mapolsek Panakukang Makassar menunggu rekannya yang diamankan oleh pihak Polsek (Liputan6.com/ Eka Hakim)

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Wahyu Dwi Ariwibowo mengatakan pihaknya sudah mempertemukan perwakilan kedua belah pihak yang terlibat bentrok tersebut.

"Pihak pengelola parkir di area terowongan mal dan pihak ojol (grab) sudah kita pertemukan dan berdamai," kata Wahyu.

Meski demikian, pihaknya tetap akan melanjutkan proses hukum terhadap adanya unsur perbuatan pidana didalamnya.

"Kita harap tak ada lagi kejadian berlanjut. Semua sudah selesai. Yang terbukti pidana kita tetap akan proses hukum," ujar Wahyu.

Ia mengatakan motif terjadinya bentrokan antara pengemudi ojol dan jukir tersebut, diduga karena perselisihan biasa. Sehingga kedepannya, ia berharap kejadian yang ada tak lagi berulang.

"Sekali lagi isu bom di Mal Panakukang itu tidak benar. Tapi yang ada peristiwa bentrok antara para jukir dan pengendara ojol (grab). Tapi semuanya cepat tertangani dan situasi sudah kembali kondusif," Wahyu menandaskan.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓