Tradisi Ibadah Tidur Siang ala Warga Makassar Selama Ramadan

Oleh Eka Hakim pada 14 Mei 2019, 15:00 WIB
Tradisi tidur siang di masjid masih terlestarikan setiap Ramadan (Liputan6.com/ Eka Hakim)

Liputan6.com, Makassar Bagi umat muslim, Ramadan diyakini sebagai bulan penuh berkah. Sehingga hampir semua umat muslim berupaya mengejar keberkahan lewat pelaksanaan ibadah ritual baik yang bersifat sunah apalagi yang bersifat fardu (wajib).

Di Makassar sendiri, banyak warga muslim tak pernah ketinggalan menunaikan salat berjamaah di masjid. Tak hanya itu, mereka pun memilih beristirahat bahkan sampai tidur siang di masjid usai menunaikan salat.

"Kebanyakan usai menunaikan Salat Dhuhur. Mereka tidak langsung kembali beraktifitas atau pulang ke rumah. Tapi biasanya tidur-tiduran dulu sejenak bahkan ada yang hingga memasuki waktu Ashar," kata Mahmud (47), warga Jalan Pongtiku Makassar yang kerap melakukan hal yang sama usai menunaikan salat fardu zuhur di Masjid Assaid, Kecamatan Wajo, Makassar, Senin 13 Mei 2019.

Ia mengakui tradisi tidur siang di masjid usai menunaikan salat secara berjamaah selama bulan Ramadan, hingga saat ini masih terlestarikan.

"Tidur kan juga terhitung ibadah bagi yang berpuasa. Jadi saya kira tidak ada masalah. Apalagi tubuh sedikit kelelahan selama berpuasa," kata Mahmud.

Ada juga sebagian warga yang memanfaatkan tadarusan dulu usai menunaikan salat fardu berjamaah meski hanya sebentar. Nanti setelah itu, mereka merebahkan tubuhnya di lantai masjid yang dilapisi karpet untuk beristirahat sejenak sembari menanti waktu azar.

"Jadi sudah menjadi kebiasaan setiap tahunnya di bulan suci Ramadan. Apalagi cuaca di luar cukup terik dan dapat mengganggu kondisi tubuh yang sedang menjalankan ibadah puasa," kata Mahmud.

Saksikan video pilihan di bawah ini: