Berburu Jajajan Buka Puasa di Kampung Ramadan Denpasar

Oleh Dewi Divianta pada 13 Mei 2019, 09:00 WIB
Kampung Ramadan di Denpasar

Liputan6.com, Denpasar Setiap kali Ramadan tiba, dusun di salah satu Kota Denpasar ini selalu menjadi kampung Ramadan. Adalah Dusun Wanasari, Desa Dauh Puri Kaja, Kecamatan Denpasar Utara, Kota Denpasar. Ya, hampir saban tahun Dusun Wanasari berubah menjadi kampung Ramadan. Setiap bulan suci umat Muslim tiba, warga penduduk dusun yang juga dikenal dengan warga Kampung Jawa itu menjajakan menu makanan khas untuk berbuka puasa.

Segala aneka macam menu kudapan khas untuk berbuka puasa disajikan. Mulai dari kudapan ringan hingga makanan berat tersaji di sini. Otomatis, Kampung Jawa menjadi lokasi favorit bagi umat Muslim Kota Denpasar untuk berburu menu makanan buka puasa. Ada takjil, aneka macam es dan makanan berat seperti rendang, sate dan sejumlah menu makanan lainnya.

Rohimin salah satu warga Dusun Wanasari mengatakan, sudah sejak lama dusunnya selalu berubah menjadi kampung Ramadan setiap kali bulan puasa tiba. Sudah dari dulu di sini memang selalu jadi kampung Ramadan. Awalnya karena mayoritas warga dusun di sini umat Muslim. Untuk keperluan berbuka puasa, beberapa warga mencoba menyajikan makanan khas Ramadan seperti takjil dan lainnya.

"Rupanya banyak yang datang ke sini dari daerah lain," kata dia sembari menjajakan sate susu, Minggu (12/5/2019).

Mendapat sambutan dari masyarakat Kota Denpasar, akhirnya diputuskan agar menjadikan Dusun Wanasari kampung Ramadan. "Dari situ kemudian berlanjut sampai saat ini," paparnya.

Tak hanya sekadar menjajakan menu kuliner khas Ramadan, di Dusun Wanasari juga kita bisa menggali nilai-nilai Islam lebih dalam.

Sebabnya, persis di sebelah gang yang menjadi lokasi pasar Ramadan terletak Masjid Baitul Rahman. Setiap Ramadan juga masjid ini menggelar berbagai macam kajian Islam. Sejak Subuh hingga berbuka puasa selalu saja ada kegiatan yang berkaitan dengan tema Keislaman.

Ada pula pesantren kilat bagi anak-anak yang ingin mengaji selama Ramadan. Semua dilakukan secara cuma-cuma alias gratis. "Ya, memang setiap tahun kami di sini mengisi berbagai kegiatan Keislaman untuk semua kalangan mulai dari bapak-bapak, ibu-ibu, remaja hingga anak-anak," kata Ketua Yayasan Masjid Baitul Rahman, H Nadhlah.

Live Streaming

Powered by