Hindari Jalur Tengah Banyumas-Brebes, Macet 5 Jam!

Oleh Muhamad Ridlo pada 10 Mei 2019, 11:00 WIB
Diperbarui 10 Mei 2019, 11:00 WIB
Ilustrasi - Kemacetan di Jalur Selatan Jawa Tengah ruas Majenang, Cilacap pada arus balik lebaran 2015. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)
Perbesar
Ilustrasi - Kemacetan di Jalur Selatan Jawa Tengah ruas Majenang, Cilacap pada arus balik lebaran 2015. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)

Liputan6.com, Banyumas - Dalam peta jalur mudik, jalan nasional antara Brebes-Banyumas adalah salah satu ruas terpenting. Jalur tengah yang kerap macet ini menghubungkan antara Jalan Lintas Selatan dan Pantai Utara (Pantura) atau Tol Trans Jawa.

Jalur ini kerap macet. Selain sempit, kondisi jalur tengah antara Banyumas-Brebes tak begitu baik. Jalan bergelombang dan bolong-bolong di sejumlah ruas.

Karenanya, tahun ini pemerintah mengebut pengecoran antara Ajibarang hingga perbatasan Brebes dan telah diselesaikan pada awal 2019 ini. Alhasil, lalu lintas pun relatif lancar.

Akan tetapi, mendadak sepekan terakhir ini macet kembali terjadi di ruas jalur tengah Banyumas-Brebes di ruas Kecamatan Pekuncen hingga Perbatasan Brebes, di Kecamatan Paguyangan.

Tak main-main, macet terjadi hingga lima jam. Kendaraan mengular hingga berkilo-kilo meter.

Rupanya kemacetan jalur tengah Banyumas-Brebes itu terjadi karena ada pengecoran jalan antara Windu Aji hingga Sumber Alam, Paguyangan, Brebes. Sayangnya, Pemerintah Kabupaten Brebes atau pelaksana proyek pengecoran tak melayangkan pemberitahuan kepada kepolisian atau pemerintah Banyumas.

“Kita tidak tahu, karena izinnya ke Brebes, tidak ke kita. Tapi efek macetnya yang sampai ke kita. Kita sarankan untuk menghindari jalur Ajibarang-Bumiayu,” kata Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Perhubungan Kabupaten Banyumas, Hermawan, Rabu, 8 Mei 2019.

 

2 dari 2 halaman

Pengalihan Arus Lalu Lintas

Kemacetan akibat pengecoran jalan di Pekuncen Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)
Perbesar
Kemacetan akibat pengecoran jalan di Pekuncen Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)

Untuk mengantisipasi kemacetan lebih parah, Dinas Perhubungan dan kepolisian Banyumas akhirnya memutuskan untuk mengalihkan arus lalu lintas. Alteratif pertama melalui jalur Purbalingga-Pemalang agar tetap bisa melalui jalur pantura.

Sedangkan alternatif kedua lewat ruas JLS Banyumas-Tasikmalaya-Bandung. Dengan begitu kendaraan bisa terhindar dari jebakan macet.

“Bisa lewat Pemalang atau ke Bandung. Tetapi kebanyakan ke Pemalang, karena untuk menghindari kemacetan seperti akhir pekan kemarin sampai lima jam,” dia mengungkapkan.

Hermawan menerangkan, pelaksana pembangunan menerapkan sistem buka tutup untuk kendaraan yang melintas. Sementara, volume kendaraan sangat tinggi lantaran belum ada pengalihan arus lalu lintas.

“Buka tutupnya diprioritaskan yang antreannya lebih panjang. Jadi malah macet,” ujarnya.

Hermawan mengaku belum mengetahui sampai kapan pembangunan itu akan dilaksanakan. Dia berharap sebelum pertengahan Ramadan, pengecoran jalan sudah selesai dilakukan. Dengan begitu, jalur tengah antara Brebes dan Banyumas bisa berfungsi normal.

Menurut Hermawan, jalur tengah ini sangat vital. Sebab, ruas jalan ini menghubungkan antara JLS dengan Pantura, atau ke tol trans Jawa. Jalur ini juga menjadi salah satu pintu keluar utama Tol Trans Jawa agar menjangkau kota-kota penting di Jawa Tengah selatan.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓