Lompat dari Balkon, Bocah di Aceh Cerita Ibu dan Saudaranya Dibunuh

Oleh Rino Abonita pada 08 Mei 2019, 10:00 WIB
Ilustrasi bocah lolos dari pembantaian

Liputan6.com, Aceh - Zikri (4) melompat dari balkon lantai dua rumahnya, Selasa dini hari, 7 Mei 2019. Dengan tertatih dan menangis balita itu menuju rumah seorang tetangga lalu memberitahu bahwa ibu dan saudara-saudaranya jadi korban pembunuhan. 

Warga lalu mendobrak rumah Zikri yang terkunci dari dalam kecuali lantai dua. Di dalam rumah ditemukan Ira Wati Nurdin (34) dan Zikra Muniza (10)--ibu dan kakak Zikri--tergeletak dalam keadaan bersimbah darah.

Keduanya tewas akibat digorok dan ditikam, sementara adiknya bernama Yazid yang masih bayi ditemukan tewas terbenam di dalam bak mandi dengan kondisi air yang telah memerah oleh darah.

Orang yang melakukan pembantaian adalah Aidil Ginting (40). Pelaku adalah warga Binjai, Sumatera Utara, baru menikah dengan Ira Wati beberapa bulan yang lalu.

Aidil adalah suami ketiga Ira Wati. Korban menikah dengan pelaku setelah bercerai dengan suami sebelumnya.

"Dari hasil penyidikan di TKP,  petugas menyimpulkan bahwa pelaku pembunuhan adalah suami ke-tiga korban," sebut Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Ery Apriyono kepada Liputan6.com, Selasa malam (7/5/2019).

Pelaku belakangan diciduk Tim Jatanras Polda Aceh pagi tadi sekitar pukul 08.00 WIB, saat menunggu angkutan umum di Kecamatan Lambaro, Kabupaten Aceh Besar. Jauh dari lokasi pembunuhan.

Selain Zikri, seorang lagi yang lolos dari peristiwa berdarah itu adalah abang Zikri bernama Riski (15). Nyawanya terselamatkan karena saat kejadian pembantaian dia sedang bertadarus di masjid.

"Informasi pembunuhan tersebut diperoleh dari salah satu anak korban bernama Zikri berumur 4 tahun yang melompat dari lantai dua rumahnya dan memberitahukan kepada Zulkifli (35) tetangga korban bahwa ibu dan saudara-saudaranya telah dibunuh," jelas Ery.

2 of 2

Mendalami Motif Pelaku

Pelaku pembantaian di Aceh
Pelaku pembantaian di Aceh (Liputan6.com/Rino Abonita)

Belum diketahui secara pasti apa alasan pelaku membantai istri dan anak tirinya. Namun, menurut keterangan singkat dari Dir Reskrimum Polda Aceh, Kombes Pol Agus Sartijo, pelaku kalap karena kerasukan setan.

Dari laporan awal kepolisian yang menyelidiki di lokasi kejadian, Desa Ulee Madon, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, Ira Wati sempat meminta tolong melalui short message service (SMS). Penerima SMS adalah Silman (30), warga setempat.

"Nyak di mana?" bunyi SMS tersebut, disusul "Nyak tolong."

Silman yang kebingungan hanya menjawab "Kenapa cek?". Belakangan, Silman mendapat kabar dari Zulkifli tentang kejadian nahas yang menimpa Ira Wati dan anak-anaknya.

Pelaku saat ini masih berada di kantor polisi guna penyidikan lebih lanjut. Sementara itu, Ira Wati bersama dua anaknya dikubur di pemakaman desa setempat, Selasa sore, 7 Mei 2019.

Ketiganya dikuburkan dalam satu liang lahat. Meninggalkan Zikri dan Riski untuk selama-lamanya, di bulan suci Ramadan.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓