Mahfud MD: Tiru Dakwah Islam Ala Sunan Drajat

Oleh Liputan6dotcom pada 05 Mei 2019, 04:00 WIB
Diperbarui 05 Mei 2019, 04:00 WIB
Mahfud MD di Ponpes SUnan Drajat
Perbesar
Mahfud MD di Ponpes SUnan Drajat

Liputan6.com, Lamongan -- Pondok Pesantren Sunan Drajat di Lamongan, Jawa Timur mengangkat mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD menjadi anggota keluarga besar. Sebagai simbol pengangkatan, pengasuh pondok KH Abdul Ghofur mengalungkan serban ke Mahfud MD di sela acara puncak Haul Akbar, Sabtu malam 4 Mei 2019.

Kiai Ghofur menjelaskan bahwa Ponpes Sunan Drajat merupakan ponpes tertua di Indonesia yang didirikan oleh Sunan Drajat pada abad 14. Ini adalah ponpes satu-satunya yang tersisa dari sembilan ponpes yang didirikan oleh Wali Songo.

Group Joyo Samudro yang tampil di acara haul sendiri merupakan kelanjutan dari kelompok gending yang didirikan oleh Sunan Drajat sebagai media dakwah. Grup itu kini beranggotakan santri yang juga siswa Aliyah dan Tsanawiyah di bawah naungan Pondok Sunan Drajat.

Kiai Ghofur mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kunjungan Mahfud MD. Selain itu Kiai Ghofur mengucapkan terima kasih kepada ribuan masyarakat yang hadir pada acara penutupan Haul Akbar. Rangkaian acara Haul Akbar ke 27 ini dimulai sejak 25 April lalu.

Sementara Mahfud MD memulai tausiyahnya dengan mengajak hadirin untuk mengalunkan Shalawat Burdah. Kedatangannya ke ponpes ini merupakan kedua kalinya. Pertama kali dia datang ke pondok ini lima tahun lalu bersama salah seorang komisioner KPK.

Selanjutnya Mahfud menjelaskan bahwa acara haul ini merupakan cara untuk mengingat jasa para pendahulu. Juga menyerap inspirasinya, seperti bagaimana Sunan Drajat men-syiar-kan Islam melalui budaya tanpa pemaksaan. Menurut dia, pendekatan dakwah melalui budaya ini mengakibatkan jumlah umat Islam di Indonesia merupakan yang terbesar di dunia.

Mahfud menambahkan pengelolaan ponpes saat ini seharusnya mengikuti perkembangan tehnologi informasi. Ponpes sebaiknya memasukkan pengetahuan TI ini kepada para santrinya, tidak hanya berbekal ilmu agama yang kuat, tapi juga mempunyai pemahaman ilmu pengetahuan dan teknologi terkini.

Selanjutnya Mahfud mengingatkan bahwa konstitusi bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa bukan hanya mencerdaskan otak bangsa. Pondok pesantren berperan serta dalam mebangun kemulian hati dan kecerdasan otak sehingga manusia Indonesia menjadi manusia yang cerdas hati dan otaknya.