Pesan Damai Pasca-Pemilu 2019 dari Para Ulama di Kota Malang

Oleh Zainul Arifin pada 04 Mei 2019, 20:00 WIB
Diperbarui 04 Mei 2019, 20:16 WIB
Pesan Damai Pasca Pemilu 2019 dari Para Ulama Di Kota Malang

Liputan6.com, Malang - Pelaksanaan Pemilu 2019 di Kota Malang relatif berjalan aman dan lancar. Sejumlah ulama di kota ini pun mengapresiasi warga kota yang bersikap dewasa. Perbedaan pilihan politik tidak menimbulkan gejolak, bukti pemilu damai bisa terwujud.

Pemilu 2019 di Kota Malang memang sempat diwarnai pencoblosan ulang di tiga tempat pemungutan suara (TPS). Namun tetap bisa digelar dengan aman. Tinggal melanjutkan tidak hanya situasi pemilu damai saja, tapi terus berlanjut hingga di masa mendatang.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Malang, Ahmad Taufik Kesuma bersyukur penyelenggaraan pemilu di Malang berjalan lancar dan kondusif. Masyarakat diimbau kembali memperkuat ukhuwah islamiyah dan persaudaraan antarumat beragama.

“Mari terus memperkuat semangat persaudaraan. Semoga ke depan Malang akan terus aman,” kata Taufik di Malang, Jumat, 3 Mei 2019.

Pengasuh Pesantren Darut Tauhid, Ustaz Taha Abdullah Abdun menyerukan hal serupa. Agar seluruh msyarakat terus melanjutkan suasana aman dan kondusif di Kota Malang.

“Selanjutnya janganlah kita yang beragama melakukan hal-hal inkonstitusional. Hilangkan segala perbedaan politik agar Malang selalu damai dan kondusif,” kata Taha.

M Yazid, Ketua Takmir Masjid Kaliurang Kota Malang turut mengimbau masyarakat agar berembuk jika ada selisih pendapat di antara warga. Tidak saling menyalahkan yang menjurus pada tindakan inkonstitusional.

“Jangan saling menang sendiri, segala sesuatu jika dibicarakan bersama bisa diselesaikan dengan baik. Ikon salam satu jiwa di Malang harus dibuktikan,” tutur Yazid.

Para ulama itu mengapresiasi kedewasaan masyarakat Kota Malang hajat pesta demokrasi itu. Serta peran aktif TNI dan Polri yang turut mewujudkan pemilu damai di Kota Malang. Saat ini tinggal menyisakan rekapitulasi suara di tingkat KPU Kota.

2 of 2

Deklarasi Damai

Pesan Damai Pasca Pemilu 2019 dari Para Ulama Di Kota Malang
Personel Polres Malang Kota bersilaturahmi ke ulama di Kota Malang pasca pemilu 2019 (Istimewa)

Sehari sebelumnya, para tokoh masyarakat dan tokoh agama juga menggelar deklarasi damai pasca pemilu 2019. Untuk menurunkan ketegangan akibat perbedaan pilihan maupun pandangan politik. Ada tiga poin yang dicetuskan dalam deklarasi itu.

Tiga poin itu yakni, mengapresiasi seluruh pihak yang turut menjaga pemilu di Kota Malang berlangsung aman dan lancar. Menolak cara-cara inkonstitusional dan kekerasan pada tahapan pemilu. Terakhir, menyerukan kembali menjaga kerukunan bangsa dan negara.

“Mari menghilangkan segala perbedaan politik yang sudah berlalu. Masyarakat Kota Malang bisa menunjukkan suasana aman dan damai,” kata Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri.

Penyelenggara dan pengawas pemilu telah bekerja dengan keras agar pemilihan umum berjalan lancar. Masyarakat diimbau percaya pada kedua institusi tersebut. TNI dan Polri turut menjaga agar pemilu berjalan aman dan sukses.

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, sampai hari ini tidak tampak ada sesuatu yang perlu dikhawatirkan di Kota Malang. Sebab masyarakat bisa saling membawa diri dalam bersikap meski beda pilihan politik.

“Sejauh ini tidak ada insiden yang perlu dikhawatirkan. Tinggal kita semua meneruskan itu,” kata Sutiaji.

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by