Garut Jadi Ibu Kota? Berat Euy!

Oleh Jayadi Supriadin pada 03 Mei 2019, 08:00 WIB
Diperbarui 03 Mei 2019, 08:00 WIB
Babancong, salah satu bangunan bersejarah bagi masyarakat kabupaten garut

Liputan6.com, Garut - Berada di wilayah bagian selatan Jawa Barat yang berhubungan langsung dengan benua Australia, Kabupaten Garut memang cukup potensial menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di pulau Jawa. Mungkinkah Garut menjadi ibu kota negara yang baru?

Ketua Masyarakat Peduli Anggaran (Mapag) Kabupaten Garut Haryono mengatakan, rencana pemindahan ibu kota negara harus dikaji matang semua pihak, dengan memperhatikan tata ruang daerah, agar memenuhi kelayakan menjadi ibu kota negara pengganti Jakarta.

"Di Indonesia banyak ahli tata ruang, silahkan kaji dengan matang," ujarnya, Kamis (2/5/2019).

Dalam UU No.26 tahun 2006 tentang penataan tata ruang suatu wilayah negara, telah diatur rencana tata ruang nasional yang dibuat pemerintah. "Tidak asal memindahkan, apalagi urusannya dilihat dari sudut politik sempit belaka," dia mengingatkan.

Dalam UU itu, ada dua poin penting yang harus diperhatikan dalam rencana pembangunan sebuah wilayah, yakni struktur ruang dan pola ruang. "Dalam struktur ruang ada dua hal yang perlu diperhatikan yakni sistem jaringan perkotaan yang menyangkut pusat kegiatan dan jaringan infrastruktur," kata dia.

Sedangkan dalam pola ruang, pembangunan sebuah kawasan baru harus memperhatikan ada tidaknya kawasan lindung dan kawasan budidaya. "Artinya dua komponen ini harus diperhatikan sesuai kajian lingkungan hidup strategis atau KLHS,” kata dia.

Menurutnya, isu pemindahan ibu kota sudah berlangsung lama, tetapi kuatnya tarik ulur kepentingan, menyebabkan rencana tersebut tidak kunjung dilakukan pemerintah. "Isu pemindahan ibu kota ke Kalimantan itu sudah berlangsung lama sejak zaman Sukarno," kata dia.

Dia mengatakan, suatu daerah dinilai cocok menjadi ibu kota negara jika memiliki dukungan struktur dan pola ruang yang memadai sebagai pusat pemerintahan yang baru. "Jarak geografisnya dari Jawa, dari Sumatera, Sulawesi, termasuk Papua relatif lebih proporsional dibanding Jakarta," kata dia.

Untuk Garut, ujar dia, meskipun terbilang sebagai daerah luas nan subur di tepi pantai selatan Jawa, tetapi wilayah Garut memiliki hambatan gangguan bencana alam yang terbilang tinggi. "Dari 367 ribu hektare wilayah Garut, 81 persennya itu rawan bencana," kata dia.

Selain itu, letaknya yang berada di wilayah paling selatan Pulau Jawa, menyebabkan jarak yang ditempuh wilayah lain terbilang sulit. "Bagaimana ceritanya orang Papua, jauh sekali harus ke Garut," kata dia.

Ia berharap dengan rencana pemindahan ibu kota negara itu, pemerintah bisa lebih bijak dalam mengambil keputusan sehingga memberikan banyak manfaat bagi masyarakat. "Bukan soal layak tidaknya di Garut, di Jawa atau di mana lagi, tetapi pilihlah yang lebih memungkinkan baik secara struktur maupun pola tata ruang," dia menandaskan.

 

Simak video pilihan berikut ini: