Perayaan May Day Jadi Happy Day ala Buruh Solo

Oleh Fajar Abrori pada 02 Mei 2019, 05:00 WIB
Diperbarui 02 Mei 2019, 05:00 WIB
May Day di Solo
Perbesar
Sejumlah pekerja tampak mengikuti kegiatan senam bersama untuk mempringaty May Day 2019 di Balai Kota Solo, Rabu (1/5).(Liputan6.com/Fajar Abrori)

Liputan6.com, Solo - Buruh di Solo memperingati May Day atau Hari Buruh dengan cara berbeda. Sebanyak 1000 buruh dari berbagai serikat pekerja merayakan Hari Buruh tidak dengan aksi demo, namun menggelar acara senam, jalan sehat hingga pasar murah. Acara itu hasil kerjasama tripartite antara buruh, pengusaha dan pemerintah.

Buruh dari berbagai serikat pekerja mulai berdatangan ke halaman Pendhapi Gede Balai Kota Solo sejak pukul 06.00 WIB.

Kedatangan para pekerja dan keluarganya itu tidak untuk menggelar demo, melainkan mengikuti peringatan Hari Buruh dengan senam, jalan sehat dan pasar murah.

Dalam kegiatan antara buruh, pengusaha dan pemerintah semuanya mengenakan seragam yang sama, kaos berwarna merah lengkap dengan tulisan 'Jalan Sehat Tripartit Kota Surakarta May Day 2019'.

Acara itu juga diawali potong tumpeng oleh Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo yang diberikan kepada perwakilan serikat buruh.

Untuk menarik minat para pekerja mengikuti acara May Day di Solo, pihak panitian menyiapkan beragam hadiah undian, mulai dari sepeda, televisi, kipas angin, kompor gas dan lainnya.

Bahkan, Wali Kota Solo juga ikut menyumbang hadiah empat unit sepeda gunung. Para buruh yang hadir merupakan anggota sejumlah serikat pekerja di antaranya dari SPN, KSPSI, SBSI dan lainnya.

Sedangkan para pengusaha yang tergabung dalam wadah Apindo Surakarta juga turut hadir ikut membaur bersama buruh untuk mengikuti Hari Buruh.

2 dari 3 halaman

Peringati May Day dengan Jalan Sehat

May Day di Solo
Perbesar
Sebanyak 1000 peserta mengikuti jalan sehat peringatan May Day di Solo, Rabu (1/5).(Liputan6.com/Fajar Abrori)

Kegiatan itu diawali dengan senam bersama. Para peserta mengikuti gerakan senam yang diperagakan enam instruktur yang berdiri di atas panggung paling depan.

Mereka pun terhibur dengan olahraga senam pagi itu. Usai senam, rangkaian acara May Day dilanjutkan dengan kegiatan jalan sehat.

Wali Kota Solo dan Kapolresta Solo Kombes Ribut hari Wibowo melepas kegiatan jalan santai itu yang ditandai dengan mengangkat bender start.

Rute jalan santai melewati Pura Mangkunegaran, Jalan Slamet Riyadi, Gladag dan kembali lagi ke Balai Kota.

Setelah tiba di garis finish, para peserta pun tampak duduk santai. Namun ada juga sembari menunggu pengundian dimulai, sejumlah pekerja mendatangi lokasi pasar murah yang menjual berakena produk bahan pangan dan sandang dengan harga murah.

Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Surakarta, Wahyu Rahadi mengatakan peringatan May Day di Solo memang dikemas berbeda, tidak dengan aksi demo namun dengan hal yang menyenangkan. Kegiatan May Day yang meliputi senam, jalan santai dan pasar murah itu memang difasilitasi oleh pihak Pemerintah Kota Solo.

"Saya kira memang May Day bisa menjadi Happy Day bagi teman-teman pekerja buruh di Indonesia. Karena perhatian dari semua pihak kalau bisa dijalin, saya kira hubungan industrial akan bagus lah," kata dia di sela-sela acara May Day di Solo, Rabu, 1 Mei 2019.

3 dari 3 halaman

Alasan Peringati May Day Tidak Demo

May Day di Solo
Perbesar
Selain menggelar senam dan jalan sehat, peringatan May Day di Solo juga digelar pasar murah, Rabu (1/5).(Liputan6.com/Fajar Abrori)

Dengan hubungan yang harmonis seperti ini, lanjut Wahyu, Solo akan menjadi suatu daerah yang ramah investasi. Hal ini mengacu kepada kebijakan Pemerintah Kota Solo yang menghargai buruh. “Teman-teman buruh dimanusiakan oleh pemerintah,” ucapnya.

Ketua Serikat Pekerja Nasional (SPN) Solo, Mohamad Solihin mengatakan, peringatan May Day di Solo memang sejak dua tahun terakhir ini tidak dengan aksi demo. Pada May Day tahun lalu, para buruh yang tergabung dalam SPN malah menggelar dialog dan diskusi di Kantor BPJS Ketenagakerjaan.

"May Day tahun lalu diisi dngan diskusi karena waktu itu baru isu perpres PP 78 karena berhubungan dengan UMP dan UMK masing-masing kota," ujarnya.

Sedangkan untuk tahun ini, menurut Solihin, berdasarkan kesepakatan dari pertemuan lembaga tripartit antara serikat pekerja, Apindo dan Dinas Ketenagakerjaan menghasilkan keputusan untuk tidak menggelar demo pada Hari Buruh.

"Untuk Hari Buruh tahun ini merayakannya dengan jalan sehat dan senam bersama rekan-rekan buruh," tuturnya.

Jika serikat pekerja tetap menggelar demo, ia memastikan bahwa tuntutan tersebut akan sulit dipenuhi mengingat kondisi perekononiam secara makro kurang bagus. Kondisi tersebut juga ikut berdampak terhadap kalangan perusahaan.

"Kami dari buruh memaklumi karena dengan kondisi seperti ini maka imbasnya di perusahaan kita tahu sendiri," ucapnya.

Oleh sebab itu, Solihin pun berharap siapun presiden nanti yang terpilih bisa mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang bagus. Diharapkan kondisi tersebut juga berdampak terhadap kalangan pengusaha dan buruh. "Jika pertumbuhan ekonomi perusahan bagus sehingga akan berimbas ke buruh juga," tegasnya.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓