Kesan Terakhir Panitia Pemilu di Sulut Sebelum Meninggal Dunia

Oleh Eka HakimYoseph Ikanubun pada 01 Mei 2019, 11:00 WIB
Diperbarui 01 Mei 2019, 22:14 WIB
Pemungutan suara berlangsung di salah satu TPS di Sulut (Liputan6.com/ Yoseph Ikanubun)

Liputan6.com, Manado Kisah pilu meninggalnya para penyelenggara Pemilu saat menjalankan tugas belum juga berakhir. Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Poigar, Kabupaten Bolaang Mongondow, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Arya Wahyudi Mokodongan meninggal dunia, Selasa (30/04/2019) pagi, sekitar pukul 06.00 Wita.

Wahyudi (32) meninggal dunia di rumahnya di Desa Poigar l, Kecamatan Poigar, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulut.

Menurut Fanny Takasabar, sekitar pukul 00.30 Wita, proses rekapitulasi suara di kantor PPK Poigar dihentkan untuk kemudian dilanjutkan pada pagi harinya.

“Almarhum meminjam sepeda motor milik saya dengan alasan untuk membeli pulsa,” ucar Fanny.

Sedangkan istri korban Rahma Mawikere mengungkapkan, sekitar pukul 03.15 Wita, Wahyudi tiba rumah.

“Dia sempat mengatakan merasa kelelahan dan ingin istirahat agar tidak diganggu,” ujar Rahma.

Pukul 05.30 Wita saat istrinya hendak membangunkan Wahyudi untuk persiapan melanjutkan rekapitulasi, ternyata korban sudah tak sadarkan diri. Wahyudi kemudian dilarikan ke Puskesmas Kecamatan Poigar. Oleh petugas kesehatan, Wahyudi dinyatakan meninggal dunia.

Kepada wartawan, Kapolsek Poigar Ipda Rolly Goni membenarkan adanya peristiwa duka tersebut.

“Korban diduga meninggal akibat kelelahan," ungkap Rolly.

Meninggalnya Wahyudi menambah panjang daftar penyelenggara Pemilu di Sulut yang meninggal dunia. Tercatat ada 7 penyelenggara pemilu 2019 mulai dari tingkat KPPS, PPS, hingga PPK yang meninggal dunia.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Live Streaming

Powered by