Banjir Bengkulu Menelan Korban Jiwa, Dua Bocah SD Meninggal Terseret Arus

Oleh Yuliardi Hardjo Putro pada 27 Apr 2019, 23:02 WIB
Banjir Bengkulu Mulai Menelan Korban Jiwa

Liputan6.com, Bengkulu - Banjir yang melanda Kota Bengkulu dan sekitarnya sejak Jumat 26 April 2019 malam sudah menelan korban jiwa. Dua bocah murid SD di Bengkulu ditemukan meninggal dunia diduga terseret arus air yang meluap dari aliran Sungai Air Bengkulu.

Muhammad Dirman, warga kelurahan Sawah Lebar Baru mengatakan, kedua korban banjir yang meninggal dunia itu adalah Andika bin MUs (11) dan Migel bin Sahlan (11). Kedua korban dievakuasi tim Basarnas setelah dilakukan pencarian selama lebih dari dua jam.

"Informasinya mereka berdua pergi memancing dan tidak sadar air meluap dan terseret arus," jelas Dirman di Bengkulu, Sabtu 27 April 2019.

Jenazah kedua korban sempat disemayamkan di Mesjid Riyadus Solihin di RT 23 Kelurahan Sawah Lebar Baru. Pada Sabtu siang menjelang sore, ratusan warga bersama kerabat korban melaksanakan penguburan di Tempat Pemakaman Umum setempat.

Koordinator tim pencarian Kantor Basarnas Bengkulu Johendra menyatakan, pihaknya menurunkan 4 tim operasi SAR yang diberangkatkan pada Jumat malam pukul 23.00. Tim SAR Bengkulu bergabung dengan tim lain yang bergerak melakukan evakuasi korban banjir.

"Sudah 150 jiwa kami evakuasi dalam kondisi selamat, untuk korban jiwa sudah dua orang di Kelurahan Sawah Lebar Baru," ungkap Johendra.

Kendala yang dihadapi di lapangan, masih banyak warga korban banjir yang menolak untuk di evakuasi dengan alasan tidak mau meninggalkan harta benda milik mereka. Tim Basarna bersama Pangkalan TNI Angkatan Laut Bengkulu terus menyisir kawasan yang diterjang banjir dengan ketinggian lebih dari 3 meter.

"Kami hanya mengajak tanpa paksaan, jika mereka berkenan akan kita angkut ke lokasi yang lebih aman," kata Johendra.

2 of 2

Operasi Kemanusiaan

Banjir Bengkulu Mulai Menelan Korban Jiwa
Genangan air di kawasan terdampak Banjir Kota Bengkulu mengakibatkan kemacetan panjang kendaraan bermotor. (Liputan6.com/Yuliardi Hardjo)

Pemerintah Provinsi Bengkulu menggelar rapat tim gabungan penanggulangan bencana banjir yang terjadi di hampir semua kabupaten dalam Provinsi Bengkulu. Rapat ini juga membentuk tim tanggap bencana bersama para pejabat perwakilan Pemerintah Kabupaten/kota.

Sekretaris Daerah Pemprov Bengkulu Novian Andusi mengatakan, tim gabungan yang dibentuk langsung bekerja menuju titik lokasi banjir bersama peralatan darurat yang diperlukan. Fokus utama adalah mebangun dapur umum, memastikan lokasi pengungsian aman dan menempatkan tim kesehatan terpadu.

"Hari ini semua langsung bekerja sesuai dengan keahlian dan tanggung jawabnya," tegas Novian.

Data pemetaan sementara BPBD Provinsi Bengkulu menyebutkan, untuk Kabupaten Kaur terdapat dua akses ruas jalan yang terputus, yaitu di Jalan Padang Leban menuju Desa Air Kering dan Ruas Jalan Mentiring menuju Kecamatan Kinal.

Bengkulu Selatan, terdapat empat ruas jalan juga terputus total, yaitu ruas Jalan simpang III Kelutum menuju Simpang III Kecamatan Pino akibat terjangan tanah longsor. Ruas Jalan Nasional Simpang III Rukis menuju Kabupaten Kaur juga putus total disebabkan Jembatan sungai Air Manna ambruk.

Satu Jembatan Belly di Kelurahan Air Manna menuju Sibilo juga terputus. Satu ruas jalan lain di kawasan Jalan Manggul menuju Pasar Bawah tidak bisa dilewati karena tergenang air setinggi 1 meter.

Untuk Kota Bengkulu, genangan air terjadi di Kelurahan Tanjung Jaya, Tanjung Agung, Suka Merindu, Bentiring, Ps. Bengkulu, Nakau, Rawa Makmur dan Kembang Seri, terendam banjir. Kawasan lain yang juga tergenang adalah Kelurahan Sawah Lebar, Kebun Tebeng, Pinang Mas dan Perumnas Korpri Bentiring Permai.

Sedangkan di wilayah Kabupaten Bengkulu Tengah terjadi tanah longsor di Desa Batu Berlian Lubuk Pandan, ruas Jalan Kelindang Susup, Desa Lubuk Unen di dua titik longsor, Desa Bajak 1 menuju Dusun Jambu juga terjadi longsor di 3 titik. Dua jembatan di wilayah ini terputus yaitu di Desa Taba Terunjam dan Desa Pagar Jati.

Wilayah Kabupaten Bengkulu Utara terjadi Banjir, Longsor dan jembatan amblas di Desa Tanjung Agung Palik, Gunung Selan menuju Kuro Tidur, Jalan Lais menuju Arga MAkmur dan Desa Aur Gading. Sedangkan untuk Kabupaten Kepahiang dua ilayah yang terkena banjir yaitu Desa Tebat Ura yang berbatasan dengan Desa Kaba Agung serta Jembatan Air Musi yang tidak bisa dilewati kendaraan.

Longsor juga terjadi di Desa Tabarenah, Ruas jalan Beringin III menuju Desa Bengko terjadi amblas di 3 titik serta ruas jalan Kecamatan Curup menuju Desa Air Dingin juga tertimbun material longsor. Sedangkan di Kabuoaten Lebong, akses jalan di Desa Dataran Tapus menuju Rimbo Pegadang juga tertimbun longsor dan kawasan Terminal dalam Kota Tubei Muara Aman terendam banjir.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓