Titik-Titik Rawan di Jalur Kereta Api Utara Jawa

Oleh Panji Prayitno pada 24 Apr 2019, 07:02 WIB
Diperbarui 26 Apr 2019, 03:13 WIB
Saat PT KAI Memetakan Titik Rawan di Jalur Kereta Api Utara Jawa

Liputan6.com, Cirebon - PT KAI terus berupaya meningkatkan pelayanan dan kenyamanan penumpang saat memasuki momen arus mudik Lebaran 2019. Salah satunya dengan terus melakukan inspeksi memetakan sejumlah jalur perlintasan kereta api.

Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro mengatakan, faktor cuaca yang belum menentu menjadi perhatian khusus.

"Kebetulan saya dapatnya inspeksi di jalur utara dan memang cuaca menjadi hal utama," kata dia saat inpeksi di Stasiun Kejaksan Cirebon, Selasa (23/4/2019).

Dia mengatakan, wilayah Daops 3 Cirebon merupakan salah satu titik yang memiliki tingkat kerawanan paling banyak. Terutama bencana banjir dan tanah ambles karena intensitas hujan yang tinggi.

Dalam upaya tersebut, PT KAI akan menempatkan personel lebih banyak untuk mengawasi kondisi perlintasan kereta api yang rawan hingga perlintasan liar.

"Yang tidak terjaga akan dijaga ketat karena saat arus mudik volume kendaraan semakin padat serta frekuensi kereta bertambah," kata Edi.

VP Daops 3 Cirebon Tamsil Nurhamedi mengatakan, terdapat 192 titik perlintasan sebidang di wilayah Daops 3 Cirebon. Dari jumlah tersebut, 90 perlintasan belum dijaga.

Saat arus mudik berlangsung, Daops 3 Cirebon akan menjaga 56 perlintasan sebidang. Daops 3 Cirebon akan mengerahkan 166 personel untuk menjaga perlintasan sebidang yang dianggap liar.

* Ikuti Hitung Cepat atau Quick Count Hasil Pilpres 2019 dan Pemilu 2019 di sini

2 of 2

Jalur Liar

Saat PT KAI Memetakan Titik Rawan di Jalur Kereta Api Utara Jawa
Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro saat inspeksi kesiapan Daops 3 Cirebon menghadapi musim mudik Lebaran 2019. Foto (Liputan6.com / Panji Prayitno)

"Untuk tahun ini PT KAI akan menutup 21 perlintasan sebidang liar di wilayah Daop 3 Cirebon," kata dia.

Dirjen Keselamatan Perkeretaapian Kemenhub Edi Nursalam menyebut, secara keseluruhan ada 4.854 perlintasan sebidang di Jawa dan Sumatera. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.570 tercatat masih liar.

Edi mengatakan, dari 3.284 perlintasan sebidang yang teregistrasi PT KAI, baru 1.238 yang resmi telah dijaga. Sementara perlintasan sebidang yang tidak dijaga sebanyak 2.046.

"Itu yang sudah tergistrasi ya jumlah yang terjaga dan yang tidak dijaga sudah jelas, kan," kata dia.

Edi mengaku, hingga saat ini telah merealisasikan program penutupan perlintasan sebidang di Jawa dan Sumatera. Tahun ini, kata Edi, terdapat 358 usulan penutupan perlintasan sebidang.

"Ada 27 perlintasan sebidang yang ditutup tahun ini. Tahun lalu totalnya 333 perlintasan yang kita tutup, 2017 ada 196 yang ditutup," kata Edi.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by