Pemandu Wisata Tewas di Kawah Ijen Saat Berupaya Mengabadikan Blue Fire

Oleh Dian Kurniawan pada 20 Apr 2019, 17:01 WIB
Diperbarui 25 Sep 2019, 15:34 WIB
Kawah Ijen

Liputan6.com, Banyuwangi - Seorang guide atau pemandu di Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Ijen, Haryanto Edi Santoso,(38) tewas terjatuh ke dalam drum berisi belerang, pada Sabtu (20/4/2019).

Sebelum tewas, warga Dusun Jopuro, Desa Kampunganyar, Kecamatan Glagah ini terkena semburan asap dari kawah gunung yang terkenal dengan blue fire-nya ini.

Kapolsek Licin AKP Hery Purnomo melalui Kanit Reskrim Aipda Hendrika mengatakan, sekitar pukul 01.00 WIB Sabtu dinihari, korban bersama dua orang guide lainnya membawa turis dari Prancis sebanyak 30 orang naik ke kawah Ijen.

"Sekitar pukul 03.30 WIB  sampai diatas (puncak gunung). Korban kemudian turun ke kawah hendak memfoto blue fire dari dekat," kata Aipda Hendrika.

Korban kemudian turun ke arah kawah. Sebelum tiba di area blue fire, korban sempat bertemu guide lain dan menanyakan apakah blue fire-nya masih ada atau tidak.

Selanjutnya korban mendekat ke lokasi blue fire melalui pipa paralon tempat keluarnya asap kawah Gunung Ijen.

* Ikuti Hitung Cepat atau Quick Count Hasil Pilpres 2019 dan Pemilu 2019 di sini

2 of 2

Detik-Detik Korban Tewas

Pemandu wisata kawah ijen tewas
Pemandu wisata kawah ijen tewas (Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Diluar dugaan, saat berada di atas paralon, ada asap kawah yang menyembur ke arahnya. Korban sempat bertahan dan berdiri diatas paralon. Namun itu tidak berlangsung lama. Korban tak mampu menahan semburan asap kawah.

"Saat berada diatas paralon korban tersembur asap. Karena tidak bisa menahan kepulan asap yang datang ke arahnya sehingga korban jatuh ke dalam drum yang berisi belerang," beber Hendrika.

Akibatnya, badan sebelah kiri korban yakni bagian dada dan lengan gosong.

Kejadian ini membuat korban meninggal di lokasi kejadian. Sejumlah rekan korban segera mengevakuasi korban. Mereka mebuat tandu darurat dengan sarung yang diikat dengan kayu.

"Korban kemudian dievakuasi temannya dengan sarung lalu dibawa ke Paltuding. Dari Paltuding kemudian dibawa ke Puskesmas Licin dengan menggunakan pickup. Keluarga korban menolak untuk diotopsi. Kemudian korban dimakamkan," pungkasnya.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓