Kisah Unik Pilpres 2019, Nenek Rasiyah Kesasar hingga Ganjar yang Bersepeda ke TPS

Oleh Muhamad RidloSwitzy SabandarFelek Wahyu pada 19 Apr 2019, 02:00 WIB
Nenek Rasiyah dituntun seorang polisi saat menuju TPS di Rogodono Kecamatan Buayan Kabupaten Kebumen. (Foto: Liputan6.com/Polres Kebumen/Muhamad Ridlo)

Liputan6.com, Kebumen - Tensi Pilpres 2019 berangsur turun. Masyarakat mulai sibuk dengan aktifitasnya masing-masing dan menjauh dari ingar bingar Pemilu.

Di Kebumen, misalnya, petani mulai mengolah sawah yang kini sudah memasuki masa tanam kedua atau MT 2019. Pasar pun mulai ramai setelah beberapa hari terakhir sepi lantaran semua energi tersedot dalam keriuhan pesta demokrasi.

Meski Pilpres sudah berlalu, namun, tetap saja masih ada cerita-cerita menarik di hari pencoblosan. Tetapi, kisah kecil itu barangkali terselip di tengah riuhnya Pilpres.

Tersebut lah nenek Rasiyah, warga Desa Rogodono Kecamatan Buayan Kabupaten Kebumen. Meski telah lanjut usia, ia ingin menggunakan hak pilihnya.

Ia telah menerima undangan dari KPPS untuk menggunakan hak pilihnya di Pilpres 2019 ini. Makanya, ia mempersiapkan yang terbaik di hari besar lima tahunan ini.

Di hari pencoblosan Pemilu 2019 itu, Nenek Rasiyah mengenakan busana terbaiknya. Kebaya warna biru dipadu selendang cokelat.

Saksikan video pilihan berikut ini:

2 of 3

Ditolong Polisi

Nenek Rasiyah dituntun seorang polisi saat menuju TPS di Rogodono Kecamatan Buayan Kabupaten Kebumen. (Foto: Liputan6.com/Polres Kebumen/Muhamad Ridlo)
Nenek Rasiyah dituntun seorang polisi saat menuju TPS di Rogodono Kecamatan Buayan Kabupaten Kebumen. (Foto: Liputan6.com/Polres Kebumen/Muhamad Ridlo)

Dengan percaya diri, ia berangkat sendirian dari rumahnya menuju TPS terdekat. Namun, rupanya ada yang terlupa. Nenek Rasiyah tak tahu alamat pasti TPS terdekat.

Ia susah payah mencari jalan ke TPS di jalan yang jauh dari rumah penduduk itu. Ia terseok-seok hanya berteman tongkat kayu.

Celakanya, ia salah jalan. Bukannya mengarah ke TPS untuk menggunakan hak pilihnya di Pilpres 2019, ia justru berjalan bukan di jalan semestinya.

Beruntung, saat itu, personel Polres Kebumen, Bripda Adi Wahyu yang tengah berpatroli mendapati nenek Rasiyah. Belakangan dia tahu, Nenek Rasiyah tengah kebingungan.

Selanjutnya Bripda Adi Wahyu mengantarkan ke TPS sesuai permintaan nenek Rasiyah. Bripda Adi menuntun Nenek Rasiyah hingga ke TPS.

Kasubbag Humas Polres Kebumen AKP Suparno menyatakan, aksi simpatik Bripda Adi itu adalah bukti bahwa imbauan Polres agar warga datang ke TPS dan menyuarakan hak pilihnya, serta akan dijamin keamanannya oleh Polres Kebumen bukan hanya sebatas slogan.

3 of 3

Gaya Gubernur Ganjar Gowes ke TPS

Ganjar Pranowo menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu 2019. (Foto: Liputan6.com/Felek Wahyu)
Ganjar Pranowo menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu 2019. (Foto: Liputan6.com/Felek Wahyu)

Menurut dia, itu adalah bukti bahwa Polri bertekat mensukseskan Pemilu 2019. Tak hanya keamananannya yang dijamin, polisi pun siap memfasilitasi atau membantu masyarakat yang kesulitan saat hendak menunaikan hak suaranya.

“Kepada Bripda Adi Wahyu, kami ucapkan terimakasih. Aksinya salah satu komitmen kami untuk mendukung lancarnya pemungutan suara," ucap, dalam keterangan tertulisnya, dikutip Kamis, 18 April 2019.

Lain Nenek Rasiyah yang kebingungan ke TPS, tentu beda pula gaya orang nomor satu di Jawa Tengah, Gubernur Ganjar Pranowo. Ia hadir di TPS dengan bersepeda dengan istrinya, Siti Atiqoh Supriyanti dan komunitas sepeda.

Ganjar Mengenakan kemeja putih dan celana jins, ia berangkat dari kediamannya pukul 7.20 WIB. Ia mendatangi TPS 1 Kelurahan Gajah Mungkur Semarang. Selain menggunakan hak pilihnya, Ganjar hendak memantau langsung jalannya pemilu.

Ganjar berharap partisipasi masyarakat dalam pemilu tahun ini meningkat. Dengan gegap gempita yang luar biasa dan pancingan-pancingan partisipasi yang marak di media sosial, harapannya masyarakat berbondong-bondong datang ke TPS untuk menunaikan kewajibannya.

"Apalagi, dengan meriahnya kampanye terbuka kemarin, saya harap ini semakin meningkatkan partisipasi masyarakat untuk nyoblos," Ganjar menerangkan.

Ia juga berpesan kepada seluruh masyarakat untuk menjaga ketenangan dan kedamaian. Kalah dan menang itu hal yang biasa, masyarakat tidak perlu berlebihan menanggapinya.

"Menang kalah biasa, kita sudah terbiasa,” dia berpesan.

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by