Edukasi Dampak Gadget pada Perkembangan Anak di Manado

Oleh Liputan6dotcom pada 14 Apr 2019, 00:34 WIB
Diperbarui 14 Apr 2019, 23:16 WIB
Edukasi Dampak Gadget pada Perkembangan Anak di Manado

Liputan6.com, Manado - Dewasa ini banyak orangtua memberikan gadget atau gawai pada anak agar tidak rewel. Tujuannya agar si anak fokus saja dengan gadget sehingga tidak merepotkan.

Pola pengasuhan dengan gadget ini tidak disarankan karena bisa memicu dampak negatif bagi anak. Anak-anak akan rentan mengalami ketergantungan ketika berhadapan dengan dunia nyata.

Anak-anak juga kurang berkonsentrasi dalam pelajaran sehingga membuat nilai-nilai pelajaran di sekolah cenderung tidak bagus. Untuk itu sudah saatnya para orangtua dapat mencegah dengan cara membatasi durasi penggunaan selama dua jam sehari untuk anak anak atau maksimal tiga jam bagi mereka yang menginjak usia remaja.

Psikolog Hanna Monareh mengatakan bahwa dampak gadget pada anak bisa ke arah yang positif tetapi bisa juga berdampak ke arah yang negatif. Hal ini karena anak era sekarang adalah seorang yang multitasking karena cepat beradaptasi dengan lingkungan.

"Dampak negatif yang banyak dialami oleh anak adalah speech delay (lambat bicara) dan akan diperparah dengan kondisi autisme," jelasnya dalam talk show tentang 'Dampak Gadget pada Perkembangan Anak' di Lobby Siloam Hospital Manado,  Jumat 12 April 2019.

Belakangan ini orangtua kurang memberikan pengertian tentang waktu penggunaan gadget pada anak. Orangtua senang dengan kondisi anak yang diam tanpa gerak aktivitas yang berlebihan.

Hanna menandaskan, yang harus dilakukan untuk mencegah dari ancaman teknologi ini adalah Pelajari, Pahami, Batasi, Awasi. Berdasarkan penelitian sebelum usia anak 2 tahun dilarang terkontaminasi dengan gadget karena akan menjadi sebuah kebutuhan buat sang anak.

Pola asuh orangtua sangat berpengaruh dalam hal ini, artinya jangan ikuti kemauan anak. Tidak usah khawatir akan anak yang akan menangis karena pada saatnya dia lapar maka dia akan meminta makan dengan sendirinya.

Seorang pengunjung, Devita Puluan (36) mengungkapkan bahwa anaknya harus memegang gadget kalau ingin makan. Jika tidak si anak menolak makan.

Head Division Siloam Hospital Manado, Magdalena Molenar, saat membuka acara mengiimbau kepada pada orangtua agar materi yang akan disampaikan dapat menjadi pengetahuan yang bermanfaat dan dijalankan. Sehingga tumbuh kembang anak sesuai dengan yang diharapkan tanpa adanya keluhan di kemudian hari.