Sukseskan Pemilu, Polda Lampung Gelar Operasi Mantap Brata Krakatau 2019

Oleh FauzanMoch Harun Syah pada 13 Apr 2019, 23:02 WIB
Ilustrasi gelar pasukan

Liputan6.com, Lampung - Jajaran Polda Lampung akan menggelar Operasi Mantap Brata Krakatau 2019 di lapangan Korpri Pemprov Lampung, Minggu (14/4/2019). Gelar pasukan bertujuan untuk menjaga Kamtibnas jelang dan saat Pemilu 2019 nanti yang digelar serentak pada 17 April 2019. Khususnya di TPS yang dinilai rawan.

Kabid Humas Polda Lampung AKBP Zahwani Pandra Arsyad mengatakan, gelar pasukan juga dihadiri jajaran TNI dan petugas terkait lainnya. Hal ini juga untuk memudahkan koordinasi.

"Ya tujuannya agar sukses, aman, damai, dan sejuk,"kata Zahwani, Kamis (13/4/2019).

Kepolisian Daerah (Polda) Lampung akan mengerahkan sebanyak 8.000 personel guna mengamankan pemungutan suara Pemilu 2019 agar aman, damai, dan sejuk. Jumlah ini belum termasuk bantuan dari TNI.

"Untuk menciptakan kondisi pemilu aman, damai, dan sejuk, pada 17 April mendatang, Polri mengerahkan delapan ribu lebih personel dan dibantu 3.000 lebih aparat TNI," tambah Dirbinmas Polda Lampung, Kombes Johni Soeroto, di Bandarlampung, dilansir Antara.

Polda Lampung, menyatakan kesiapannya untuk mengamankan Pemilu 2019, mulai dari pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, anggota DPR RI, DPD RI, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota.

2 of 2

Jumlah Tak Sebanding

Ilustrasi Gelar Pasukan
Ilustrasi gelar Pasukan (Liputan6.com/Yoppy Renato)

Jumlah Tak SebandingWakapolda Lampung, Brigjen Pol Teddy Minahasa Putra pada diskusi publik terkait Pemilu 2019, di Kabupaten Waykanan, menjelaskan, jumlah personel Polri di kabupaten ini tidak akan sebanding dengan jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang ada di seluruh kecamatan.

"Artinya ada sejumlah TPS yang tidak akan ter-cover oleh Polres setempat," ujar Teddy.

Namun, lanjut dia, keterbatasan personel Polri tak menjadikan pengamanan dan pengawasan terabaikan.

Dia juga meminta personel polisi tidak boleh menyerah mengingat anggota Polri merupakan garda terdepan dalam pengamanan.

"Keterbatasan personel bukan menjadi alasan bagi Polri untuk tidak bisa melaksanakan tugas di TPS. Upaya persuasif harus dikedepankan seperti melakukan pendekatan terhadap pemangku kepentingan, tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda," kata Teddy.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓