KPU Indramayu Pastikan Pemilu Tetap Berjalan Meski Banjir

Oleh Panji Prayitno pada 14 Apr 2019, 01:02 WIB
KPU Indramayu Pastikan Pemilu Tetap Berjalan

Liputan6.com, Indramayu - Pelaksanaan Pemilu di Kabupaten Indramayu Jawa Barat dipastikan akan tetap berjalan meski banjir masih menggenang ribuan desa.

Ketua KPUD Kabupaten Indramayu, Ahmad Toni Fathoni mengatakan, berdasarkan pengamatan panitia pemilihan kecamatan (PPK) di lapangan, kondisi cukup aman untuk pelaksanaan pencoblosan.

"Sebelumnya memang kami memperkirakan akan ditunda pelaksanaan pemilu tapi seiring perkembangan mengatasi banjir kami yakin Pemilu tetap berjalan karena air semakin surut," kata dia, Sabtu (13/4/2019).

Banjir merendam 19 desa di lima kecamatan di Kabupaten Indramayu Jawa Barat sejak Senin, 8 April 2019. Namun, banjir diketahui mulai terlihat surut pada Jumat, 12 April 2019.

Dia mengaku, selama banjir berlangsung, KPU bersama petugas yang lain terus melakukan koordinasi. Toni memastikan, kondisi surat suara tetap aman dan tidak ada yang terendam air.

KPUD Kabupaten Indramayu mulai menyalurkan logistik kebutuhan pemilu, terutama untuk lokasi yang terjauh. Salah satunya di Kecamatan Gantar yang berbatasan dengan Kabupaten Subang dan beberapa wilayah lain seperti perbatasan Indramayu – Cirebon.

"Kami kirim logistik pemilu seperti kotak suara, surat suara, paku coblosan, tinta dan surat - surat kebutuhan pemilu. Semua logistik itu kemudian dititipkan di masing - masing PPK," sebut dia.

Jajaran Polres Indramayu bekerjasama dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggung, melakukan penyedotan air dengan mesin pompa selama banjir. Penyedotan dilakukan di sejumlah titik jalan raya, sekolah, maupun perumahan.

Para anggota kepolisian juga membersihkan aliran-aliran sungai dari sampah yang mengganggu jalannya arus air. BBWS Cimanuk- Cisanggarung membongkar jalan di Desa Pagirikan, Kecamatan Pasekan, Kabupaten Indramayu sejak Rabu, 10 Maret 2019.

2 of 2

Bongkar Jalan Desa

KPU Indramayu Pastikan Pemilu Tetap Berjalan
Petugas gabungan mulai membersihkan material sisa banjir yang melanda Kabupaten Indramayu. Foto (Liputan6.com / Panji Prayitno)

Sementara itu, ruas jalan yang dibongkar kurang lebih 200 meter itu. Langkah itu dilakukan untuk mengatasi banjir yang menyergap sejumlah daerah di Kabupaten Indramayu dalam beberapa hari terakhir.

"Kami berharap banjir bisa secepatnya surut," kata Kapolres Indramayu, AKBP M Yoris MY Marzuki.

Pembongkaran dilakukan setelah dilakukan rapat darurat oleh unsur muspida, di lokasi jalan di Desa Pagirikan tersebut. Jalan beraspal yang telah dibangun sejak kurang lebih 25 tahun yang lalu itu kini sudah tidak lagi menjadi akses utama karena diatasnya telah dibangun jalan layang.

Ruas jalan tersebut semula dibangun untuk menghubungkan wilayah Kecamatan Indramayu dengan Kecamatan Pasekan. Namun, pembangunan jalan itu dilakukan dengan mematikan aliran sungai Cimanuk Lama yang menuju ke laut.

Dampaknya, saat debit sungai Cimanuk tinggi, air yang seharusnya menuju ke laut jadi meluap ke wilayah perkotaan.

BPBD Kabupaten Indramayu mencatat, terdapat 8.271 unit rumah warga di 19 desa itu yang terendam air dengan ketinggian bervariasi hingga lebih dari satu meter.

Kepala BBWS Cimanuk Cisanggarung, Happy Mulya, mengatakan, selain membongkar jalan di Desa Pagirikan, dia memerintahkan jajarannya untuk mendistribusikan mesin pompa ke sejumlah lokasi di wilayah yang tergenang.

Hal itu dimaksudkan untuk mengurangi genangan air yang saat ini masih tinggi di sejumlah lokasi. Dia mengatakan, beberapa penyebab banjir di Indramayu karena usia sejumlah tanggul di sungai Cimanuk juga sudah cukup tua.

Selain itu, tak sedikit yang kondisinya juga rusak, seperti bocor dan posisinya turun, sehingga air mudah meluap dan merembes.

"Air yang digelontorkan dari Bendung Rentang ke sungai Cimanuk sebanyak 1.000 meter kubik per detik. Sedangkan kapasitas sungai Cimanuk, mencapai 1.200 meter kubik," sebut dia.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓