Kabar Gembira, Bus Sekolah Gratis untuk Anak Pelosok Banyumas

Oleh Muhamad Ridlo pada 13 Apr 2019, 19:00 WIB
Petugas mempersiapkan halte bus sekolah yang akan dioperasikan di Kecamatan Somagede. (Foto: Liputan6.com/Humas Pemkab BMS/Muhamad Ridlo)

Liputan6.com, Banyumas - Masalah klise di pelosok pedesaan adalah ketiadaan angkutan umum untuk anak-anak sekolah, tak terkecuali di Somagede, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Sebagian besar pedesaan, khususnya yang terletak di pegunungan tak dilewati transportasi umum.

Tentu saja, pengusaha angkutan berhitung nilai ekonomis sebuah rute. Saat tak menguntungkan, angkutan umum tak akan melewati jalur tersebut.

Sering kali, anak-anak mesti berjalan kaki hingga berkilo-kilo meter untuk mencapai jalur yang dilintasi angkutan umum. Ada kalanya, mereka menumpang ke pikap, yang mestinya hanya layak untuk angkutan barang.

Tetapi, nampaknya penantian anak-anak untuk mendapat layanan angkutan sebentar lagi bakal terwujud. Dinas Perhubungan Kabupaten Banyumas bakal mengoperasikan bus sekolah gratis, khusus untuk jalur pelosok yang tak menjadi rute angkutan umum.

Kepala Seksi Angkutan Dinas Perhubungan Kabupaten Banyumas, Taryono mengatakan Dinas Perhubungan tengah memproses administrasi operasional bus sekolah. Dishub juga tengah mempersipkan infastruktur pendukung operasi rute ini.

"Kami sudah mengurus proses administrasi dokumen kendaraan dan sudah diproses di Samsat Purwokerto, tapi belum selesai karena sempat ada kendala pembiayaan. Jadi proses pergeseran APBD dulu," katanya.

Taryono menerangkan, beberapa persiapan operasional bus sekolah terus dikebut. Salah satunya yakni pembangunan halte.

Saksikan video pilihan berikut ini:

2 of 2

Rute Bus Sekolah Kecamatan Somagede

Halte bus sekolah yang akan dioperasikan di wilayah pegunungan Somagede, Banyumas. (Foto: Liputan6.com/Humas Pemkab BMS/Muhamad Ridlo)
Halte bus sekolah yang akan dioperasikan di wilayah pegunungan Somagede, Banyumas. (Foto: Liputan6.com/Humas Pemkab BMS/Muhamad Ridlo)

Saat ini halte sedang dalam proses perakitan. Dinas Perhubungan menarget akhir April 2019 ini bus sudah akan dioperasikan.

"Kami usahakan akhir April, setelah Pilpres langsung sosialisasi," dia menerangkan.

Taryono menerangkan, jalur berangkat adalah Halte Kemawi-Halte Klinting-SMP 2 Somagede-SMK Muhamadyah Somagede-SMPN 1 Somagede-SMPN3 Banyumas-PPPI Miftahusalam Banyumas-SMKN 1 Banyumas-SMA Banyumas-SMKN 2 Banyumas-SMPN 1 Banyumas-SMKN 3 Banyumas-SMP Purnama 2 Banyumas dan SMP N 2 Banyumas.

Adapun jalur pulang ada dua jalur bus. Bus 1 Start SMPN 1 Somagede-SMK Muhamadyah Somagede-SMP 2 Somagede-Halte Klinting dan Finish di Halte Kemawi.

Sedangkan Bus 2 Start di SMPN3 Banyumas- PPPI Miftahusalam Banyumas-SMKN 1 Banyumas-SMA Banyumas-SMKN 2 Banyumas-SMPN 1 Banyumas-SMKN 3 Banyumas-SMP Purnama 2 Banyumas dan SMP N 2 Banyumas-SMP 2 Somagede-Halte Klinting dan finish di Halte Kemawi.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Banyumas, Sugeng Hardoyo mengatakan bus sekolah yang akan dioperasikan merupakan bantuan dari Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan pada Desember lalu.

Bus tersebut akan digunakan sebagai angkutan perintis, untuk mengangkut siswa sekolah yang tempat tinggalnya tidak dilalui angkutan umum.

"Dari kementerian memperhatikan kebutuhan wilayah, ini dimaksudkan untuk membantu siswa sekolah yang di wilayah domisilinya tidak ada trayek angkutan yang mengangkut mereka. Mereka butuh sarana transportasi, ini rencananya gratis," dia menerangkan.

Menurut Sugeng, wilayah yang selama ini tidak terlayani angkutan umum tersebar di beberapa wilayah. Salah satu wilayah yang tidak terlayani angkutan umum adalah wilayah sekitar Kecamatan Somagede.

Lanjutkan Membaca ↓