Pilpres 2019, Siapa Jagoan Para Pasien Gangguan Jiwa di Makassar?

Oleh Eka HakimAhmad Yusran pada 12 Apr 2019, 08:00 WIB
Pasien gangguan jiwa di Makassar pilih pasangan Prabowo- Sandi di Pemilu 2019 (Liputa6.com/ Eka Hakim)

Liputan6.com, Makassar Pemilihan Umum tahun 2019 (Pemilu 2019) tinggal menghitung hari digelar serentak, tepatnya Rabu 17 April 2019. Hal ini pun merupakan momentum sejarah pesta demokrasi di 34 provinsi di Indonesia.

Hak pilih penderita gangguan jiwa atau Orang dengan Disabilitas Mental (ODDM) tetap diberikan dengan catatan harus dibuktikan dengan surat keterangan dokter.

Mari menengok penderita gangguan jiwa atau Orang dengan Disabilitas Mental (ODDM) di Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Dadi, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), di Jalan Lanto Daeng Pasewang, Makassar, Kamis 11 April 2019.

Mulyono (44), warga Kabupaten Enrekang mengaku sudah lama terbuang dari keluarganya. Ia pun tahu jika dalam waktu  dekat ada pelaksanaan Pemilu 2019 yakni Pemilihan Presiden dan Pemilihan Legislatif.

"Saya tahu Presiden Indonesia sekarang adalah, Pak Jokowi. Dan maju kembali mau jadi calon presiden. Prabowo juga begitu kembali maju mau jadi presiden," kata Mulyono kepada Liputan6.com di koridor Nyiur RSKD Dadi, Kamis (11/4/2019).

Hal senada juga diutarakan Ilyas (37). Pasien gangguan jiwa atau Orang dengan Disabilitas Mental (ODDM) asal Kabupaten Sidrap ini menjagokan Prabowo Subianto ketimbang Joko Widodo.

"Saya baru setahun di sini (RSKD) Dadi. Saya jagokan Pak Prabowo jadi presiden," kata Ilyas.

Secara umum pasien gangguan jiwa atau Orang dengan Disabilitas Mental (ODDM) yang bebas berkeliaran, bukan dalam bangsal-bangsal di RSKD Dadi. Mereka itu baik Mulyono atau Ilyas adalah, pasien berulang yang dibawa oleh keluarganya untuk mendapat perawatan.

Sementara itu penanggungjawab Stroke Centre RSKD Dadi, Syakhrir mengaku, belum ada catatan data tentang calon legislatif gagal yang tiba-tiba stroke. Apalagi mengalami gangguan kejiwaan, dan dirawat di RSKD Dadi.

"Sudah berapa kali pesta demokrasi, khususnya pemilihan legislatif. Belum ada satu pun yang stroke apalagi gangguan jiwa. Lalu mereka dibawa ke RSKD Dadi ini. Meski kami telah menyiapkan sejumlah fasilitas bagi yang terkena dampak," jelas Syakhrir.

Syakhrir menyatakan hiruk pikuk jelang Pilpres dan pemilihan legislatif 17 April 2019. Memang begitu sangat terasa hingga pelosok tanah Air.

"Karena di sini (Rumah sakit) jiwa, tidak ada yang namanya tempat pemungutan suara (TPS) seperti lazimnya Pemilu 2019 di tempat umum," Syakhrir menandaskan.

Saksikan video pilihan di bawah ini: