Detik-Detik Terbunuhnya Karyawati Spa di Manado

Oleh Yoseph Ikanubun pada 04 Apr 2019, 05:04 WIB
Diperbarui 04 Apr 2019, 18:15 WIB
Kayawati spa dievakuasi dari kostnya usai dibunuh oleh sang kekasih (Yoseph/Liputan6.com)

Liputan6.com, Manado - Nasib tragis dialami Dewi Yuwaningsih Gedoan alias Eca (25). Perempuan cantik yang bekerja sebagai karyawati di sebuah tempat spa di Kota Manado ini ditemukan tewas di dalam kamar mandi indekosnya di Kelurahan Tingkulu, Lingkungan II, Kecamatan Wanea, Kota Manado, Sualwesi Utara, Selasa, 2 April 2019 sekitar pukul 23.45 Wita.

Saat ia ditemukan, ada banyak darah berceceran di lantai. Wanita asal Kabupaten Kepulauan Talaud itu kemudian dipastikan sebagai korban pembunuhan oleh pihak kepolisian, menyusul seorang pria berinisial HK alias Hendrik (48), datang menyerahkan diri ke Mapolsek Wanea, Kota Manado.

"Seorang pria datang mengaku telah menikam pacarnya hingga tewas," kata Kapolsek Wanea, Kompol Hamsy, Rabu (03/04/2019).

Untuk membuktikannya, anggota kepolisian yang terdiri dari tim patroli, piket unit Intelkam Ipda Aprison Undap, piket unit Reskrim Bripka Marchell Abbas, dan dipimpin Kanit Reserse Kriminal, Iptu Kamdani, langsung menuju lokasi kejadian, tepatnya di Rumah Kos Sifa. 

Aparat kepolisian sempat menghubungi pemilik rumah kost karena pintu pagar dalam keadaan terkunci. Saat masuk bersama kepala lingkungan (pala) dan anggota Babinkamtibmas setempat, kemudian menemukan korban sudah tergeletak tak bernyawa di lantai kamar mandi usai dibunuh oleh kekasihnya sendiri.

"Lokasi kejadian langsung diamankan untuk olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) oleh Tim Inafis Polresta Manado dan Team DVI Polda Sulut," ungkapnya.

Jasad Dewi malam itu juga kemudian langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Manado untuk dioutopsi. Sang pacar HK alias Hendrik (48) akhirnya ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polsek Wanea karean telah membunuh kekasihnya itu. Hendrik kini harus meringkuk dalam sel tahanan.

2 dari 2 halaman

Alasan Aksi Sadis Kekasih

Bunuh Diri
Ilustrasi Bunuh Diri (iStockphoto)

Kepada penyidik kepolisian Hendrik mengaku membunuh kekasihnya itu karena sakit hati. Warga Kelurahan Tanjung Batu, Lingkungan III, Kecamatan Wanea, Manado ini menuturkan, sekitar pukul 22.00 Wita, dia mendatangi Spa Nayan Tikala, tempat Dewi bekerja.

"Saya bermaksud memanggilnya pulang karena sudah dipengaruhi minuman keras," ujar Hendrik kepada penyidik.

Keduanya kemudian menuju ke sebuah indekos. Setibanya di sana, mereka terlibat cekcok. Alasannya, Dewi ingin memutuskan hubungan asmara yang sudah berjalan sekitar 3 bulan.

"Kemarahan saya naik. Saya cekik lehernya karena berteriak-teriak sambil memaki. Kami bergumul hingga jatuh ke lantai," kata Hendrik.

Karena Dewi terus berontak dan berteriak, Henrik pun panik. Di saat bersamaan, ia melihat sebuah pisau dapur di bawah meja.

“Saya ambil pisau itu dan menusuknya. Tapi karena ditangkis pakai tangan, tusukan malah kena leher dan membuatnya terdiam,” ujarnya.

Hendrik kemudian mendorong Dewi ke dalam kamar mandi dan menikam leher kekasihnya itu sekali lagi karena ia masih berusaha merampas pisau yang dipegang oleh Hendrik. Dewi akhirnya tergeletak tak berdaya di lantai kamar mandi dengan darah berceceran hingga akhrinya.

"Saya tunggu sampai dia tidak bergerak lagi, lalu saya keluar dan kemudian datang melapor," ungkap Hendrik.

Saksikan video pilihan berikut:

Lanjutkan Membaca ↓