Kesetiaan Pasangan Lansia Asal Konawe Utara, Bersama Saat Lapar dan Terkapar

Oleh Ahmad Akbar Fua pada 02 Apr 2019, 12:01 WIB
Diperbarui 02 Apr 2019, 12:01 WIB
Nasib Lansia di Konawe Utara
Perbesar
Tahir (80) suami Nuru yang datang menjenguk istrinya di RSUD Bahteramas, Senin (1/4/2019). (Liputan6.com/Ahmad Akbar Fua)

Liputan6.com, Konawe Utara - Nenek Nuru (65), lansia asal Konawe Utara yang mengalami luka bakar karena pingsan di atas bara api, akan menjalani operasi bedah plastik. Kisah Nenek Nuru dan suaminya, Tahir, menyedot perhatian publik karena jeratan kemiskinan yang menerpa keduanya. Mereka harus mengikat pinggang untuk menahan lapar ketika tak ada makanan yang bisa disantap.

Operasi dilakukan di RSUD Bahteramas Sulawesi Tenggara, Sabtu, 30 Maret 2019. Berdasarkan informasi, dokter yang dipercaya menangani pasien yang juga mengidap epilepsi ini, merupakan salah satu dokter terbaik rumah sakit tersebut.

Usai dioperasi, wajah dan lengan kiri nenek Nuru dipenuhi perban. Sejauh ini, keluarga pasien belum mengetahui jenis bedah plastik seperti apa yang sudah dilakukan dokter.

"Sudah dioperasi, masuk kamar sejak pukul 08.30 Wita hingga pukul 15.00 Wita baru keluar ruangan," ujar Lisratin, keluarga Nuru yang dikonfirmasi Selasa, 2 April 2019.

Lisratin mengaku hanya mengetahui soal jadwal operasi. Setelah itu, nenek asal Konawe Utara ini dimasukkan dalam kamar perawatan.

Humas RSUD Bahteramas, Masyita, mengatakan pasien dioperasi dokter setelah melalui observasi. Dokter yang mengambil langkah operasi, artinya sudah memastikan dalam kondisi stabil.

"Dokter kami itu yang terbaik. Hanya di RSUD Bahteramas yang punya, kami harapkan hasilnya maksimal," ujar Masyita.

Dia menambahkan, pasien sudah memiliki kartu BPJS dan surat keterangan tak mampu. Sehingga, biaya perawatan sudah ditanggung BPJS dan rumah sakit tinggal memberikan pelayanan.

"Sebelumnya dia tak punya BPJS, sambil menunggu itu pihak kami tetap melayani," dia menambahkan.

 

Kesetiaan Sang Suami

Nasib Lansia di Konawe Utara
Perbesar
Kondisi Nuru (65) lansia asal Konawe Utara yang pingsan di atas bara api. (Liputan6.com/ Ahmad Akbar Fua)

Meskipun sudah tua renta dan tak mampu berjalan jauh, suami Nenek Nuru, Tahir (80), akhirnya datang ke Rumah Sakit Bahteramas di Kota Kendari, Senin, 1 April 2019.

Melewati rute puluhan kilometer dari kampungnya di Desa Poni-poniki Kecamatan Motui, Kabupaten Konawe Utara, Tahir datang mengendarai mobil bersama tetangganya. Padahal, tubuh bongkoknya tak mampu lagi menahan goncangan berkilo-kilo meter jalan berlubang yang harus dilalui sebelum tiba di Kota Kendari.

"Dia baru datang, kasihan. Karena dengar istrinya sakit, sebenarnya sudah lama ingin, tapi dia tak mau naik mobil," ujar tetangga nenek Nuru, Lislani, Selasa (2/4/2019).

Lislani menambahkan, Tahir sebenarnya tak mampu lagi berjalan jauh. Apalagi naik kendaraan roda empat, kakek yang sudah berusia lanjut ini sering memilih jalan kaki.

"Tapi, dia datang dengan kemauan sendiri. Selain itu, dia tak tahu jalan ke Kendari, jadi diajak sama tetangga," ucap Lislani.

Tahir diketahui bekerja sebagai pemanjat pohon kelapa yang diupah oleh warga yang membutuhkan. Gaji yang diperoleh, didapat dari bagi hasil yang didapatkan kakek asal Bima, Nusa Tenggara Barat itu.

"Kalau dia dapat 10, maka bagi dua dengan yang punya kelapa. Tahir dapat 5, warga dapat 5 buah. Oleh Tahir, kelapa itu dibikin kopra dan dijual," ujar Kasmin, tetangga korban.

 

Simak video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓