Top 3 Berita Hari Ini: Ikat Pinggang Penahan Lapar Kakek Nenek di Konawe Utara

pada 02 Apr 2019, 07:30 WIB
Diperbarui 02 Apr 2019, 07:30 WIB
Lansia Asal Konawe, Pingsan di Atas Bara Api
Perbesar
Tahir, Suami Nuru yang terus bekerja keras sebagai pemanjat dan pemungut kelapa meski sudah renta. (Liputan6.com/Ahmad Akbar Fua)

Konawe Utara - Top 3 Berita Hari Ini, kakek nenek asal Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara ini mensiasati rasa lapar yang dirasakan dengan mengikat pinggang mereka dengan tali atau kain. Kemiskinan membuat pasangan lansia ini melakukannya saat tak ada lagi makanan yang bisa mengganjal perutnya. 

Pasangan Nuru dan Tahir diketahui telah menikah sekitar 10 tahun lalu. Nuru adalah wanita asli Desa Motui, sedangkan Tahir, seorang perantau asal Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Keduanya tak memiliki anak dan hidup di sebuah rumah sederhana. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,sang suami Tahir bekerja sebagai pemungut kelapa.

Sementara di Karanganyar, puluhan motor terjaring operasi lantaran secara fisik tidak memenuhi standar. Seperti knalpot brong dan ban halus. 

Polisi menduga mereka sering menggunakan motor itu untuk keplek miring di sejumlah lokasi di Tawangmangu.

Berikut berita terpopuler dalam Top 3 Berita Hari Ini:

1. Ikat Pinggang Penahan Lapar Jadi Saksi Kemiskinan Pasangan Lansia di Konawe Utara

Nuru (65) lansia yang dirawat di RSUD Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara karena terjatuh di atas bara api. (Liputan6.com/Ahmad Akbar Fua)

Pasangan lansia asal Desa Poni-poniki Konawe Utara itu sering kehabisan makanan. Suaminya yang sudah berumur, hanya bekerja sebagai pemungut kelapa. Sedangkan, Nuru hanya ibu rumah tangga.

Upah Tahir memanjat kelapa didapat dari bagi hasil. Jika Tahir berhasil menjatuhkan 10 buah kelapa, pria lansia itu akan mendapatkan bagian lima buah kelapa.

Hasilnya, akan dikupas dan dijemur untuk dijadikan kopra. Namun, tubuh Tahir yang mulai bongkok, tak mampu lagi menahan banyak pohon kelapa.

Diakui Nuru, kadang mereka harus mengikat perut dengan tali atau kain jika tak ada makanan yang bisa mengganjal perut.

Selengkapnya...

2.  Aksi Keplek Miring Bikin Resah Warga Karanganyar

Satlantas Polres Karanganyar menyita 41 motor yang digunakan untuk aksi keplek miring. (Istimewa/ Polres Karanganyar/ Solopos)

Aksi keplek miring membuat resah warga Karanganyar. Satlantas Polres Karanganyar yang turun langsung ke lokasi menyita 41 motor yang digunakan untuk aksi keplek miring alias adu ngepot di tikungan Tawangmangu.

Piluhan motor yang terjaring operasi didapati tidak sesuai standar, seperti knalpot brong, ban halus, pengendara tidak memakai helm dan tidak membawa surat kendaraan maupun memiliki surat izin mengemudi (SIM).

Kepala Unit (Kanit) Kecelakaan Satlantas Polres Karanganyar, Iptu Sutarno mengatakan, operasi dilaksanakan di Jalan Raya Solo-Tawangmangu tepatnya di daerah Kali Samin dan Plumbon.

Selengkapnya...

3. Misteri Kematian Ikan Purba di Teluk Ambon

Seekor ikan matahari (Mola mola) berukuran raksasa yang ditemukan mati terdampar di bibir sungai Murray, Australia Selatan pada 16 Maret 2019. Meski ukurannya besar, ikan ini tidak berbahaya bagi manusia. (Handout/Courtesy of Linette Grzelak/AFP)

Warga Kampung Pisang, Desa Poka, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, akhir pekan kemarin digegerkan dengan penemuan bangkai ikan purba.

Ikan dengan dengan panjang 2,5 meter dan lebar 1,5 meter itu awalnya ditemukan Umar, seorang nelayan setempat. Ikan itu mengapung di dekat kerambanya dan ditemukan pukul 13.00 WIT. 

Wiwit Handayani, Koordinator Loka Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (LPDSL), mengatakan bangkai ikan purba yang ditemukan terdampar adalah jenis ikan Mola-mola. 

Berdasarkan data WWF Indonesia disebutkan, ikan mola-mola yang termasuk ke dalam filter feeder ini bisa berbobot hingga 1.000 kilogram. 

Selengkapnya...

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Live Streaming

Powered by

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya