Ada Buaya Muara di Hulu Sungai Serayu, Aneh

Oleh Muhamad Ridlo pada 31 Mar 2019, 01:01 WIB
Buaya Muara (Crocodylus Porosus) di Penangkaran Buaya Dawuhan Kulon, Kedungbanteng, Banyumas. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)

Liputan6.com, Banjarnegara - Mei tahun 2018 lalu, Banjarnegara heboh oleh kabar tertangkapnya seekor buaya oleh seorang pemancing. Sempat dikira ikan besar, ternyata justru anakan buaya memakan umpan kailnya.

Buaya itu lantas diserahkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah yang kemudian menitipkannya di Kebun Binatang Serulingmas, Banjarnegara. Belakangan diketahui, anakan buaya berkuruan 80 sentimeter itu adalah jenis buaya muara (Crocodylus Porosus).

Hingga kini muasal buaya itu tak diketahui pasti. Apalagi warga Banjarnegara sangat paham bahwa Sungai Serayu hulu bukan habitat buaya, apalagi buaya muara.

Sejak puluhan tahun lalu, tak terdeteksi seekor pun buaya oleh masyarakat yang juga banyak memanfaatkan aliran sungai serayu untuk beragam aktifitas Sempat ada dugaan, buaya ini migrasi dari kawan muara ke hulu.

Tetapi, dugaan ini sepertinya terbantahkan dengan sendirinya. Sebab, ada bendungan raksasa Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Mrica yang memutus aliran Sungai Serayu.

Lebih ke hilir, ada pula bendung gerak serayu yang dibangun pada era 1990-an. Sepertinya, untuk bermigrasi ke hulu, agak muskil buaya bisa ‘melompati’ dua bendungan berukuran besar ini.

Spekulasi pun lantas mengarah bahwa anakan buaya itu merupakan peliharaan yang lepas atau sengaja dilepaskan oleh pemiliknya.

Saksikan video pilihan berikut:

2 of 2

Muncul Lagi

Sungai Serayu di Sekitar Desa Pucang Kecamatan Bawang, tempat buaya menampakkan diri. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)
Sungai Serayu di Sekitar Desa Pucang Kecamatan Bawang, tempat buaya menampakkan diri. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)

Nyaris setahun kemudian, 2019 ini, warga sekitar aliran Sungai Serayu, terutama di Sekitar Desa Pucang Kecamatan Bawang, Banjarnegara kembali digegerkan penampakan buaya. Dengan mata kepala sendiri, Andi, warga Desa Pucang Kecamatan Bawang menyaksikan penampakan buaya tersebut.

Pemuda itu memang kerap beraktifitas di pinggir sungai Serayu untuk menangkap ikan. Di sana ada palung sungai yang merupakan habitat ikan. Makanya, ia betah berlama-lama di tempat ini.

Namun, beberapa waktu lalu, keasyikannya memancing terganggu oleh seekor buaya sepanjang dua meter yang mendadak muncul di dekat tempat ia memancing. Meski tak nampak agresif, tetap saja Andi ketar-ketir.

Tanpa ia ketahui, buaya itu mengendap-endap dan lantas berjemur hanya dalam jarak tiga meter dari tempatnya duduk. Tentu, jarak terlampau dekat ini bisa saja menyebabkan konfrontasi langsung antara manusia dengan buaya.

"Iya, ada buayanya," ucapnya, beberapa waktu lalu.

Andi pantas panik. Baru kali ini ia menyaksikan buaya secara langsung. Apalagi, ia berhadap-hadapan dengan predator ganas itu di alam liar.

Ia memilih kabur dan tak meneruskan aktifitasnya. Rasa takut bergelayut, karena ia baru pertama kali bertemu langsung dengan buaya. Tentu ia khawatir tiba-tiba diserang buaya.

"Seumur-umur baru melihat buaya. Ya kaget lihat buaya di pinggir sungai,” katanya.

Andi memperkirakan buaya itu masih remaja. Dan ia rupanya bukan satu-satunya orang yang menyaksikan penampakan buaya di sungai Serayu. Menurutnya, temannya sesama pemancing pun mengaku pernah melihat buaya berenang di lokasi yang berdekatan.

Lanjutkan Membaca ↓