Siap-Siap, Durian asal Banjarnegara Ini Bakal Ngehits

Oleh Muhamad Ridlo pada 30 Mar 2019, 11:00 WIB
Durian Sibodong, Jawara dalam kontes durian Festival Buah 4 Jawa Tengah, 2019. (Foto: Liputan6.com/Istimewa/Muhamad Ridlo)

Liputan6.com, Banjarnegara - Bicara durian, sepertinya tak afdol jika tak menyebut Banjarnegara. Di kabupaten yang sebagian wilayahnya berada di pegunungan ini, lahir ragam durian lokal yang kelezatannya dikenal luas.

Memang, pamor durian Banjarnegara kini masih kalah dibanding durian-durian asal Gunungpati, Semarang atau bahkan dari tetangganya, Banyumas, tempat kelahiran durian Kromo atau kini lebih dikenal sebagai durian Bawor.

Tetapi, Banjarnegara memiliki durian unggul nasional, yakni durian Simimang dan Samping yang kini telah disertifikatkan sebagai plasma nutfah asli Banjarnegara. Pemerintah Daerah juga berencana untuk mematenkan durian-durian unggul lain di luar dua durian ini.

Sepertinya, semangat untuk mematenkan durian unggul lokal Banjarnegara akan lebih kuat usai durian-durian Banjarnegara merajai ajang Festival Buah 4 yang diadakan Dinas Pertanian Provinsi Jawa Tengah, awal Maret 2019 lalu. Durian lokal Banjarnegara menyabet beberapa kategori sekaligus.

Uniknya, semuanya berasal dari dari Kecamatan Sigaluh Kabupaten Banjarnegara. Durian dari kecamatan ini meraih juara 1, 2 dan 3 pada lomba buah durian. Dua di antaranya, juara 1 dan 2 bahkan berasal dari desa sama, Desa Singamerta Kecamatan Sigaluh.

Adalah Rustono, petani dari Desa Singamerta Kecamatan Sigaluh berhasil membawa durian Sibodong miliknya menjadi jawara pada festival itu. Durian Sibodong berhasil menyisihkan 54 durian lain dari berbagai daerah di Jawa Tengah yang menjadi peserta festival.

"Juara 1 durian Sibodong, juara 2 durian dari Ndirun Desa Singamerta dan juara 3 juga dari Sigaluh. Itu dari Kecamatan Sigaluh semua," ucapnya.

Saksikan video pilihan berikut ini:

2 of 3

Pohon Tua Penghasil Cuan

Pohon durian Bawor berusia muda sudah mulai berbuah. (Foto: Liputan6.com/Dinkominfo PBG/Muhamad Ridlo)
Pohon durian Bawor berusia muda sudah mulai berbuah. (Foto: Liputan6.com/Dinkominfo PBG/Muhamad Ridlo)

Meski yakin dengan potensi durian Sibodong miliknya, Rustono sebenarnya tak ingin jumawa. Karenanya, ia juga membawa durian lain dari kebunnya, Sibogor. Sebab, ia mesti bersaing dengan puluhan durian unggul dari wilayah lain yang juga dikenal sebagai penghasil durian unggul.

Ia sebenarnya lebih mengunggulkan durian Sibogor yang juga diikutkan dalam lomba itu. Nyatanya, juri menilai bahwa Sibodong adalah durian terbaik yang pantas menyandang juara.

Durian Sibodong memiliki karakter rasa yang khas. Legit buah ini terasa lebih panjang saat menyentuh lidah. Rasanya dominan manis, dengan kecapan pahit samar. Tekstur daging buah lembut layaknya mentega. Awarna daging terang kekuningan.

"Kalau tebal daging sedang, ada yang bijinya kecil ada yang sedang. Tapi karakter rasanya itu, manisnya panjang," dia menerangkan.

Di pasaran durian, Sibodong juga sudah cukup populer. Bahkan, untuk mencicipi lezatnya durian itu masyarakat meski memesan terlebih dahulu. Maklum, durian ini hanya dihasilkan dari sebuah pohon tua di kebun milik Rustono.

Apalagi, tahun ini pohon tua itu hanya mampu berbuah 300 butir. Dari pohon yang sama, Rustono pernah memanen 800 buah durian dari satu pohon tersebut. Karenanya, ketersediaan durian ini sangat tergantung dari banyak tidaknya buah.

Lantaran kekhasannya, durian Sibodong berharga lebih tinggi dari durian lokal lainnya. Satu kilogram durian Sibodong dihargai Rp 70 ribu sampai Rp 80 ribu. Dengan harga itu, Rustono masih kewalahan melayani permintaan yang membludak.

Durian oranye, durian lokal berpenampilan menarik dan rasa unik. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)
Durian oranye, durian lokal berpenampilan menarik dan rasa unik. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)
3 of 3

Martina, Durian Rupawan Asal Dusun Ndirun

Tak jarang ia menolak permintaan pelanggan yang ingin membeli lantaran kehabisan stok. Apa daya, tahun ini, pohon tuanya tak terlampau banyak menghasilkan buah.

"Ini juga bingung banyak yang minta,” ujarnya.

Seperti dibilang di muka, juara kedua festival durian Jawa Tengah juga disabet oleh durian asal Desa Singamerta. Ini lah durian yang diberi nama Martina, asli Dusun Ndirun desa Singamerta.

Seperti namanya yang cantik, durian Martina memang berpenampakan menarik. Durian Martina memiliki bentuk luar bulat dengan kulit cerah kekuningan, serta bertangkai besar. Berat rata-rata buah perbutirnya antara 1,5 hingga tiga kilogram.

Adapun isinya, daging buah ini berwarna kuning dengan biji kecil. Tekstur daging pun kering lumer sehingga terasa lezat di lidah. "Manis pahitnya seimbang," ucap Eko.

Sebelumya, Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono menegaskan bakal mematenkan durian unggul asal Banjarnegara. Ia ingin semua jenis durian lokal yang ada di Banjarnegara dipatenkan. Hal itu dilakukan agar durian lokal unggulan Banjarnegara tak menjadi “trade mark” daerah lain.

“Berdasarkan laporan yang saya terima, baru tiga jenis durian yang telah dipatenkan. Padahal kita masih punya banyak jenis yang lain,” ucap bupati, saat gelar promosi produk unggulan desa, di Desa Karangmangu Kecamatan Sigaluh, Rabu (20/02/2019).

Dia meminta agar jajaran OPD di Banjarnegara belajar dari kabupaten tetangga yang kehilangan merk sebagai penghasil duku unggulan. Lantaran tak segera dipatenkan, duku itu lantas diklaim daerah lainnya.

“Jangan sampai terjadi seperti itu, kita harus gerak cepat,” dia menegaskan.

Untuk menyeleksi durian yang hendak dipatenkan, cara paling populer adalah dengan kontes atau festival durian. Dari kontes itu, akan teridentifikasi durian unggul yang memenangi lidah dan hati penikmat durian.

Lanjutkan Membaca ↓