Cuaca Buruk dan Kurang Surat Suara Hambat Pemilu di Sumenep

Oleh Musthofa Aldo pada 28 Mar 2019, 02:00 WIB
Diperbarui 28 Mar 2019, 02:00 WIB
kpu sumenep
Perbesar
Ketua KPU Sumenep, Abdul Waris

Liputan6.com, Sumenep Sejak jauh hari, KPU Sumenep, Jawa Timur, sudah menjadwal pengiriman logistik Pemilu serentak 2019 ke wilayah kepulauan telah rampung pada H-15 sebelum pemilihan umum. Ketua KPU Sumenep, Abdul Waris mengatakan kepulauan diprioritaskan untuk menghindari cuaca buruk yang bisa menghambat distribusi logistik lewat jalur laut.

Namun, kata dia, jadwal pengiriman bakal molor dari rencana semula. Sebab hingga hari ini, KPU Simemep masih kekurangan puluhan ribu surat suara suara baik untuk Pilpres, DPD RI, DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten.

"Kurang 78.035 lembar surat suara," kata Waris merinci kekurangan surat suara itu, Selasa, 27 Maret 2019.

Ihwal kekurangan itu, Waris mengaku telah melaporkan dan meminta penambahan ke KPU Pusat melalui KPU Jatim namun hingga kini belum ada kepastian. Kekurangan itu dipicu dua hal, pertama jumlah yang dikirim dari percetakan memang tidak sesuai jumlah DPT. Kedua karena temuan surat suara rusak setelah disortir.

"Kalau dibagi per dapil, rata-rata kekurangan 2000 lembar perdapil," ujar Waris.

Adapun jumlah DPT Sumenep untuk Pemilu 2019 sebanyak 872.764 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 410.522 laki-laki dan 462.242 perempuan. Mereka nantinya akan menyalurkan suaranya di 4.315 Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Kekhawatiran Waris sudah mulai terjadi. Hampir sepakan ini, Pulau Masalembu diterjang cuaca buruk. Sehingga pengiriman logistik ke pulau itu akan sulit bila dilakukan lewat jalur laut. "Jadwal kapal sudah banyak berubah, banyak ditunda," kata Darul Hasyim Fath, tokoh pemuda di pulau itu.

Menurut Darul, cuaca di Masalembu pun juga sulit diprediksi. Sebab badai bisa datang kapan saja. "Cuaca buruk itu, angin kencang, ombak besar, datang bersamaan dengan turunnya hujan. Komplit dah," tutur Darul.