Waspada, Empat Sungai di Wasior Papua Berpotensi Lahirkan Banjir Bandang

Oleh Liputan6.com pada 26 Mar 2019, 01:02 WIB
Diperbarui 26 Mar 2019, 01:02 WIB
Banjir Bandang di Sentani
Perbesar
Rumah-rumah yang rusak akibat banjir bandang di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Minggu (17/3/2019). Berdasarkan data BNPB, banjir bandang yang terjadi pada Sabtu (16/3) tersebut mengakibatkan lebih dari 60 orang tewas. (Netty Dharma Somba / AFP)

Liputan6.com, Manokwari - Sedikitnya empat sungai di wilayah ibu kota Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, kondisinya cukup berbahaya, dapat menimbulkan banjir bandang di daerah tersebut.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Papua Barat, Derek Ampnir mengatakan, Sentani di Jayapura, Papua memiliki kemiripan dengan Wasior,Teluk Wondama.

"Dan Wasior sudah pernah mengalami banjir bandang hebat dengan jumlah korban jiwa tidak sedikit pada tahun 2010. Di Sentani ada Gunung Siclop kita di Wondama punya Gunung Wondiboi," kata Derek, Senin (25/3/2019).

Ia menyebutkan, di Wasior Teluk Wondama terdapat empat sungai besar yang melintasi permukiman padat penduduk. Empat sungai ini mengalir cukup deras dari gunung Wondiboi, terutama saat hujan.

"Ada sungai Sanduai ini yang utama dan cukup banyak memakan korban jiwa dan merusak infrastruktur pada banjir bandang 2010. Lalu Sungai Anggris, satu sungai lagi Maniwak, juga satu di Rasie," kata Derek dilansir Antara.

Empat sungai tersebut seluruhnya berada di wilayah Wasior dan berada ditengah pemukiman masyarakat. BPBD setempat diminta melakukan pengecekan secara rutin untuk mencegah pendangkalan.

Ia juga bergarap, Pemkab Wondama melakukan normalisasi secara rutin agar sedimentasi di empat sungai ini tidak menghambat aliran air.

"Karakter lahan di Wondama terutama di daerah aliran sungai ini tanah berpasir. Maka proses sedimentasi ini berlangsung sangat cepat, apalagi pas musim hujan. Ini harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah," katanya.

Ampnir mengungkapkan, masyarakat Wasior sudah belajar banyak tentang mitigasi bencana di daerah tersebut. Ia pun yakin, pascabanjir bandang 2010 masyarakat di daerah ini sudah semakin tangguh.

"Sekarang tugas pemerintah daerah, menekan agar potensi banjir ini terus berkurang. Empat sungai ini harus diperhatikan, jangan sampai material mengalangi aliran air," pungkasnya.

Saksikan video pilihan berikut ini: