Mendalami Motif Pembunuhan Istri Pejabat Sulsel oleh Dosen di Makassar

Oleh Fauzan pada 24 Mar 2019, 05:00 WIB
Diperbarui 25 Mar 2019, 08:14 WIB
Dosen UNM pembunuh istri pejabat Sulsel (Fauzan/Liputan6.com)

Liputan6.com, Gowa - Polisi bergerak cepat mengungkap kasus pembunuhan istri pejabat Sulsel, Zulaeha. Korban ditemukan tewas terlilit sabuk pengaman di lehernya di dalam mobil di depan gudang BTN Sarindah di Dusun Japing, Desa Sunggumanai, Kecamatan Pattallassang, Gowa, Sulawesi Selatan, pada Jumat (22/3/2019) pagi sekitar pukul 08.30 Wita.

Pelakunya adalah rekan Zulaeha di tempat ia bekerja. Dia adalah Wahyu Jayadi, dosen Fakultas Keolahragaan Universitas Negeri Makassar.

"Ya, sudah kita amankan, dia adalah Doktor Wahyu Jayadi M.Pd. Dosen sekaligus kepala unit KKN di Universitas Negeri Makassar," kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani, Sabtu (23/3/2019).

Wahyu Jayadi tak lain adalah kerabat Zulaeha. Pria berusia 44 tahun ini tidak terima lantaran Zulaeha terlalu jauh mengurusi urusan pribadinya hingga akhirnya ia nekat membunuh Zulaeha.

"Pelaku merasa tidak terima dengan perlakuan korban yang selama ini sudah dianggap sebagai keluarga, yang dimana korban tersebut sudah terlalu jauh ikut campur terhadap masalah pekerjaan dan masalah pribadi pelaku," jelas Dicky.

Karena persoalan itulah kemudian Wahyu Jayadi membunuh Zulaeha. Lalu membuat pembunuhan itu seolah-olah menjadi kasus perampokan.

"Pelaku ini memang terlebih dahulu membunuh korban. Lalu membawanya ke depan gudang itu lalu memecah kaca mobil, agar seolah itu adalah kasus perampokan," Dicky menyebutkan.

Hasil penyelidikan polisi, pelaku pembunuhan itu mengerucut ke satu nama, yakni Wahyu Jayadi. "Kita curiga kalau ini bukan pembunuhan karena tidak ada barang korban yang hilang," sambung Dicky.

2 of 2

Pelaku Sempat Antar Jenazah Korban ke Rumah Sakit

Istri Pejabat Sulsel saat ditemukan tidak bernyawa di dalam mobilnya (Fauzan/Liputan6.com)
Istri Pejabat Sulsel saat ditemukan tidak bernyawa di dalam mobilnya (Fauzan/Liputan6.com)

Wahyu Jayadi yakin bahwa usahanya untuk membuat kasus pembunuhan ini seolah-olah perampokan berhasil. Saking percaya dirinya Wahyu Jayadi bahkan ikut mengantar jenazah Zulaeha ke RS Bhayangkara Makassar saat hendak diidentifikasi.

"Pelaku ini kita amankan di halaman Rumah Sakit Bhayangkara, siang kemarin sekitar pukul 14.00 Wita," ungkap Dicky.

Wahyu Jayadi tak lagi bisa mengelak usai polisi memperlihatkan bukti-bukti yang menunjukkan bahwa pembunuh Zulaeha adalah dirinya.

Dari hasil interogasi, Wahyu Jayadi mengaku membunuh Zulaeha dengan cara mencekik lehernya hingga Zulaeha kehabisan napas. "Sempat ditinju juga, lalu dicekek lagi hingga tewas," ucap Dicky.

Atas perbuatannya tersebut, Wahyu Jayadi dijerat Pasal Pasal 338 KUHP Subsider Pasal 351 Ayat 3 KUHP. Dia diancam hukuman paling lama 15 tahun penjara.

Saksikan video pilihan berikut:

Lanjutkan Membaca ↓