Kampanye Anti Golput Didengungkan di Yogyakarta

Oleh Switzy Sabandar pada 19 Mar 2019, 12:00 WIB
Anti golput

Liputan6.com, Yogyakarta We The Youth berkolaborasi dengan Komunitas Gayam 16 akan menggelar 100% Indonesia Nyoblos (100%IN Jogja) di Stadion Mandala Krida Yogyakarta pada Jumat, 22 Maret 2019 mulai pukul 15.00 WIB. Perhelatan musik ini menyasar kaum milenial di Yogyakarta supaya ikut andil dalam pesta demokrasi dengan tidak menjadi golput.

Kampanye anti golput akan didengungkan lewat konser musik yang dibawakan oleh musikus lokal kelas internasional, seperti Shaggydog, Jogja Hiphop Foundation, FSTVLST, Bravesboy, NDX, dan Rakitikar. Acara yang dikemas dalam bentuk berbagai kegiatan dan aktivitas dari dan untuk para anak muda ini juga menampilkan lokakarya oleh Lifepatch dan Jogja Creating serta gelar wicara dengan narasumber Marzuki Mohamad, Heruwa, dan Farid Stevy.

Acara ini terbuka untuk siapa pun yang ikut mendukung kampanye ini. Untuk bisa mengikuti acara ini, cukup mengisi petisi 100%in Indonesia Nyoblos di http://bit.ly/100perseninjgja  kemudian menyimpan screen capture bukti telah mengisi petisi tersebut sebagai tanda masuk.

"100% Indonesia Nyoblos ingin mengajak generasi muda Indonesia dan Yogyakarta khususnya untuk menggunakan hak pilih dengan memberikan suaranya kepada calon-calon legislatif dan presiden sesuai keinginan mereka di Pemilu 2019," ujar Ratu Dyah Ayu Widyasari, Executive Director We The Youth.

Berdasarkan data Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019 dari KPU, jumlah warga negara Indonesia yang terdaftar sebesar 152.050.861. Sebanyak 17.501.278 orang merupakan pemilih pemula atau berusia kurang dari 20 tahun dan 42.843.792 pemilih berusia 21 sampai 30 tahun. Artinya, nyaris separuh pemilih yang diharapkan memberikan suara pada Pemilu 2019 mendatang berasal dari kalangan muda.

Widi mengungkapkan anak muda perlu menggunakan hak pilih dan tidak menjadi golput karena lewat penggunaan hak pilih berarti anak muda sudah memperjuangkan keinginan untuk kelangsungan hidup yang lebih baik. Memiliki pilihan berarti anak muda sudah mencari tahu siapa dan apa yang dibutuhkan serta diyakini untuk Indonesia.

Ia menargetkan perhelatan ini bisa diikuti 15.000 penonton kaum milenial yang setelah acara diharapkan bisa menularkan virus anti golput.

 

2 of 2

Jangan Skeptis terhadap Politik

Anti golput
Kaum milenial di Yogyakarta memiliki cara sendiri untuk mengkampanyekan anti golput (Liputan6.com/ Switzy Sabandar)

Ketua Panitia 100% IN Jogja Ari Wulu menuturkan perhelatan ini tidak ada kaitannya dengan afiliasi politik tertentu atau bentuk dukungan kepada salah satu pasangan calon presiden.

"Ini adalah perayaan supaya kaum milenial tidak risih lagi berbicara soal politik, tidak skeptis dengan politik," tuturnya.

Lewat acara berbau anak muda, ia berharap pesan anti golput bisa sampai ke kaum milenial. Kegiatan ini sebagai bentuk kampanye agar anak muda di Yogyakarta menggunakan hak pilihnya.

"Perkara memilih siapa terserah, yang penting punya kesadaran memilih itu penting," ucap Ari.

Vokalis Shaggydog Heruwa menilai sebelum memutuskan bergabung dengan kegiatan ini lebih dulu mencari tahu soal maksud dan tujuan 100%IN Jogja.

"Kami tidak mau bergabung kalau ternyata ada agenda terselubung, tetapi ini murni membangkitkan kesadaran anak muda untuk mencoblos," kata Heruwa. 

Lanjutkan Membaca ↓