Longsor Hancurkan Bangunan Calon Makam Sri Sultan Hamengku Buwono X

Oleh Yanuar H pada 18 Mar 2019, 18:00 WIB
Diperbarui 20 Mar 2019, 15:13 WIB
Longsor Makam Raja-Raja Mataram

Liputan6.com, Imogiri - Hujan deras yang terjadi sejak kemarin membuat sisi barat bangunan calon makam Sri Sultan Hamengku Buwono X di kompleks Makam Raja-Raja Mataram, di Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, longsor. 

Longsor selebar sekitar 50 meter dengan kedalaman lebih dari 100 meter itu terjadi diduga karena pondasi bangunan tidak kuat menahan beban bangunan.

Longsoran itu juga menyebabkan dua rumah milik warga di Dusun Panjimatan tertimbun. Akibatnya satu orang tewas dan dua lainnya masih dalam pencarian.

Joko Nugroho, Abdi Dalem Penjaga Makam Sri Sultan HB IX kepada Liputan6.com mengatakan, bangunan di pintu masuk bagian luar makam HB IX mengalami keretakan, bahkan ada konblok yang jebol ke bawah.

"Konblok jebol di dalamnya ada pondasi bangunan makam yang retak akibat gempa bumi 2006, ini terus terisi air dan menyebabkan longsor karena pondasi tak kuat menahan air dan tanah," katanya, Senin (18/3/2019).

Menurut Joko, pondasi jebol dan mengakibatkan tanah longsor itu justru terjadi pada bangunan calon makam HB X yang merupakan kategori bangunan baru dibandingkan dengan makam HB IX.

"Bisa dilihat kedalaman pondasi makam HB IX lebih dari 300 meter namun pondasi bangunan untuk calon makam HB X kurang dari 300 meter," katanya.‎‎

GKR Condrokirono, Putri Sri Sultan HB X yang meninjau lokasi longsor calon makan Sri Sultan HB X mengaku sangat prihatin. Terlebih kejadian longsor ini menelan sejumlah korban jiwa.

"Saya sangat terkejut dan sedih karena ada korban, sehingga saya cepat-cepat datang ke lokasi makam yang juga longsor. Semoga kerja keras para tim sar gabungan segera menemukan keberadaan dua korban," ujarnya.

Condrokirono mengaku masih mencari tahu penyebab longgarnya calon bangunan makam HB X ini. Ia pun akan berkoordinasi dengan pihak PUP ESDM DIY terkait hal ini.

"Saya tidak tahu ya penyebabnya. Takut nanti kalau memberi penjelasan justru salah. PUP ESDM DIY akan melakukan penelitian lebih lanjut," ujarnya.

Sementara usaha untuk pencarian dua korban yang hilang tertimbun material longsoran, BPBD Kabupaten Bantul mengerahkan sejumlah alat berat.

 

Simak juga video pilihan berikut ini: