Upaya Meredam Trauma Warga Sibolga Usai Peristiwa Bom Bunuh Diri

Oleh Reza Perdana pada 17 Mar 2019, 05:05 WIB
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo

Liputan6.com, Medan - Pemerintah Kota bergerak cepat untuk menghilangkan rasa trauma yang dialami warganya usai ledakan bom yang terjadi di Kota Sibolga, Sumatera Utara. Salah satu upayanya adalah memberikan sosialisasi dan bimbingan konseling.

Wali Kota Sibolga, Syarfi Hutauruk mengatakan, sosialisasi dan konseling diberikan kepada warga yang terkena dampak langsung. Hal ini untuk memulihkan mental serta psikologi warga, terutama anak-anak.

"Saya sendiri turun langsung untuk memotivasi warga. Pascabom, banyak warga yang trauma. Apalagi anak-anak yang melihat kejadian. Kami melakukan sosialisasi dan memberikan bimbingan kepada mereka," kata Syarfi, Sabtu (16/3/2019).

Usai ledakan bom, ratusan rumah warga mengalami rusak ringan dan berat, sehingga warga di lokasi kejadian diungsikan. Dari data kelurahan, tercatat sebanyak 155 unit rumah rusak.

"Dari data itu, sebahagian rata dengan tanah. 155 unit rumah tersebut dihuni oleh 161 Kepala Keluarga," sebutnya.

Syarfi menjelaskan, Pemko Sibolga telah memberikan bantuan berupa materi dan non materi kepada 161 kepala keluarga yang diungsikan. Pihaknya juga telah mendirikan posko sementara untuk warga yang diungsikan.

"Bantuan yang kita berikan berupa uang tunai, beras, mi instan, air mineral, dan telur bagi setiap kepala keluarga yang terdampak ledakan," ungkapnya.

Sementara untuk bantuan perbaikan rumah-rumah warga yang rusak parah, Pemko Sibolga akan menjajakinya dengan pihak Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) untuk dilakukan perbaikan.

"Sebagian warga sudah kembali ke keluarga mereka untuk tinggal sementara. Masih ada yang tinggal di posko. Yang rumahnya hancur total, masih di posko," ujarnya.

Bom meledak di dekat kediaman terduga teroris atas nama Husein yang berada di Jalan Cenderawasih, Kelurahan Pancuran Bambu, Kota Sibolga. Saat itu Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri akan meringkusnya, Selasa, 12 Maret 2019.

Kemudian pada Rabu, 13 Maret 2019, dini hari WIB, bom kembali meledak di rumah Husein. Marnita Sari boru Hutahuruk alias Solimah, istri Husein, meledakkan diri bersama anaknya setelah negosiasi lebih kurang 10 jam yang dilakukan kepolisian menemui jalan buntu.

Dalam peristiwa tersebut, selain Husein, polisi juga meringkus AK alias Ameng alias Abu Halimah dan ZP alias Ogek Zul di Kota Sibolga. Lalu petugas menangkap R di Kota Tanjung Balai dan M di Tapanuli Tengah.

Saksikan video pilihan berikut ini: