Gelombang Tinggi Ancam Perairan Maluku

Oleh Liputan6.com pada 15 Mar 2019, 14:24 WIB
Diperbarui 17 Mar 2019, 14:13 WIB
Ilustrasi tsunami

Liputan6.com, Maluku - Gelombang tinggi sampai empat meter diprediksi terjadi di perairan Maluku selama 15 sampai 18 Maret 2019. Hal tersebut diungkapkan pejabat Stasiun Meteorologi Klas II Pattimura di Ambon. Nelayan dan warga pesisir diimbau untuk terus waspada.

Kepala Stasiun Meteorologi Klas II Pattimura Ambon, Ot Oral Sem Wilar pada Jumat (15/3/2019) mengatakan, gelombang dengan tinggi sampai empat meter berpeluang terjadi di laut Arafura bagian tengah hingga timur.

Sementara gelombang dengan tinggi 1,25-2,5 meter berpeluang terjadi di laut Seram, perairan selatan Ambon, laut Banda, perairan Kepulauan Kai di Kepulauan Aru, perairan Kepulauan Leti-Babar, perairan Kepulauan Tanimbar, dan selatan kepulauan Kai-Aru.

Ot Oral Sem Wilar mengimbau penyedia jasa transportasi laut dan nelayan di Maluku untuk sementara menghindari sejumlah perairan tersebut.

"Harap diperhatikan resiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran terutama untuk perahu nelayan dan kapal rakyat," katanya seperti dikutip dari Antara.

Ia menyarankan nelayan tradisional tidak memaksakan diri mencari ikan dengan mengandalkan armada berkapasitas kecil dan warga sekitar pesisir mewaspadai dampak gelombang tinggi.

 

Simak juga video pilihan berikut ini: