Nasib Pengungsi Gunung Karangetang Pascaerupsi

Oleh Yoseph Ikanubun pada 09 Mar 2019, 17:01 WIB
Kondisi Jalan sebulan pascaerupsi Gunung Karangetang

Liputan6.com, Sitaro - Sudah lebih dari sebulan pascaerupsi Gunung Karangetang pada awal Februari 2019 lalu, ratusan warga Kampung Batubulan, Kecamatan Siau Barat Utara, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Provinsi Sulawesi Utara, masih berada di pengungsian.

Meskipun status tanggap darurat bencana Gunung Api Karangetang telah berakhir sepekan lebih, namun Pemkab Kepulauan Sitaro belum mengambil langkah terkait para pengungsi.

Sebab hingga kini belum ada rekomendasi terkini dari Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung terkait aktivitas Karangetang.

"Kami belum mengambil tindakan untuk pemulangan atau relokasi terhadap pengungsi, lantaran sampai sekarang belum ada rekomendasi dari PVMBG Bandung," ujar Wakil Bupati Kepulauan Sitaro, John Palandung, 07 Maret 2019.

Pemerintah daerah tidak ingin berspekulasi dengan memulangkan para pengungsi tanpa adanya rekomendasi dari pihak PVMBG selaku instansi teknis.

"Meski kami lihat secara kasat mata aktivitas sudah menurun, namun kita tidak berani ambil keputusan untuk memindahkan pengungsi tanpa rekomendasi PVMBG Bandung. Karena yang tahu soal gunung itu mereka (PVMBG). Selain soal pengetahuan, mereka juga didukung dengan peralatan yang cagih," kata dia.

John yang sebelumnya memegang komando pada Tim Tanggap Darurat Bencana Erupsi Karangetang menambahkan, pihaknya akan mencoba menyurat ke PVMBG Bandung terkait kejelasan rekomendasi tersebut. Hal itu diperlukan agar pemerintah daerah bisa mengetahui langkah apa yang akan diambil bagi para pengungsi.

"Opsi yang dipikirkan oleh tim tanggap darurat adalah mengembalikan warga yang di zona yang direkomendasikan aman, dan akan membuatkan hunian untuk yang rumahnya di zona bahaya," ujar dia.

Akibat belum adanya rekomendasi terkait aktivitas Gunung Karangetang para pengungsi masih menempati beberapa posko pengungsian seperti shelter Kelurahan Paseng Kecamatan Siau Barat serta SD GMIST Efata di Kampung Batubulan Kecamatan Siau Barat Utara.

Saksikan video pilihan berikut ini: