Running Text Puskesmas Srondol Dibajak untuk Kampanye Pilpres

pada 05 Mar 2019, 23:02 WIB
Running Text Dibajak

Semarang - Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, angkat bicara soal diretasnya LED running text Puskesmas Srondol, Kota Semarang, yang berubah menjadi tulisan ajakan dukungan kepada Prabowo-Sandi.

Hendrar mengatakan, pihaknya telah mendapat keterangan dari kepala Puskesmas Srondol terkait peristiwa itu. Yang katanya, itu bukanlah perbuatan orang dalam.

"Dia mengatakan, ini bukan dilakukan orang dalam, Pak. Ini murni ada upaya dari pihak lain untuk mengganggu running text-nya puskesmas," katanya seperti dikutip laman Jawapos, Selasa (5/3).

Politikus PDIP itu pun mengaku juga sudah meminta pihak puskesmas melakukan klarifikasi lewat media maupun media sosial. Mengeluarkan pernyataan bahwa mereka bukan pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa itu.

Disinggung apakah Pemkot Semarang bakalan membawa permasalahan ini ke ranah hukum, Hendi menjawab untuk sementara belum. Terpenting adalah membuat masyarakat paham terlebih dahulu kalau itu bukan bagian dari kerja pemerintah dan tak lupa mengedepankan pelayanan publik.

"Saya rasa nggak lah, ini ruang energi. Tapi kalau sudah kebangetan, masif di mana-mana, baru kita laporkan. Ini cuma satu, saya anggap saja ini kelalaian dari petugas puskesmas," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, sistem pada fasilitas LED running text di Puskesmas Srondol, Kota Semarang diretas, Senin (4/3) pagi. LED yang biasanya menampilkan tulisan berjalan mengenai pesan-pesan kesehatan serta program puskesmas, malah diganti ajakan untuk mendukung paslon pilpres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Peristiwa ini mulanya diketahui dari posting-an Instagram@portalsemarang. Tampak potongan video berdurasi kurang lebih sepuluh detik menampilkan LED running text Puskmesmas Srondol yang telah berubah menjadi kalimat kampanye.

Isi tulisan running text tersebut adalah hacked by: Sir.Kz0L|-L4EFY-| Ha Ha in Your System :v Pilih No. 2 PRABOWO SUBIANTO-SANDIAGA UNO. Dilanjutkan tulisan yang cukup panjang dengan berbagai macam pesan, termasuk untuk meng-unsubscribe YouTuber Atta Halilintar. Saat ini, sistem pada LED running text itu sudah dimatikan.

Baca juga berita Jawapos.com lainnya di sini.

 

Simak juga video pilihan berikut ini: