Kerinduan Masyarakat Banten Terhadap Sosok Syekh Nawawi Al-Bantani

Oleh Yandhi Deslatama pada 03 Mar 2019, 20:02 WIB
Diperbarui 04 Mar 2019, 17:14 WIB
[Bintang] Syaikh Nawawi Al Bantani, Imam besar Masjidil Haram asal Banten, keturunan cucu Nabi Muhammad SAW, Imam Hussein.

Liputan6.com, Banten - Bendera merah putih raksasa berukuran 10 X 20 meter dibentangkan oleh anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di Alun-alun Barat Kota Serang, Banten, diiringi dengan lagu Indonesia Raya.

Bendera merah putih raksasa itu dikibarkan saat silaturahmi Banten Bersatu untuk Indonesia, yang dihadiri KH Ma'ruf Amien dengan ribuan ulama, santri, dan masyarakat Banten.

"Masyarakat Banten itu rindu sama Abah, seolah-olah Abah ini mau datang ke Banten sulit," kata KH Puji, ketua panitia silaturahmi Banten Bersatu untuk Indonesia, dalam sambutannya, Minggu (03/03/2019).

Bendera merah putih raksasa yang dibentangkan, menandakan persatuan nasional tidak bisa digantikan oleh apapun, termasuk kontestasi Pilpres.

Hujan yang turun di Kota Serang sejak semalam pun tidak menyurutkan masyarakat Banten untuk mendengarkan tausiyah dan bersilaturahmi dengan KH Ma'ruf Amien yang merupakan keturunan dari Syekh Nawawi Al-Bantani, ulama besar asal Banten yang pernah menjadi imam besar Masjidil Haram.

Buyutnya KH Ma'ruf Amien, Syekh Nawawi Al-Bantani, merupakan penulis berbagai kitab atau buku yang hingga kini masih digunakan oleh pesantren dan lembaga pendidikan di Indonesia maupun dunia.

"Masyarakat Banten ingin mendengarkan tausiyah dari Abah," terangnya.

Keahlian dalam bidang agama dan kemampuannya di ilmu akademisi, menurun dari buyutnya ke Kiai Ma'ruf dengan pemikiran ekonomi Islam dan produk halalnya, yang tidak hanya di akui secara nasional, namun juga dunia.

Salah satunya memajukan perekonomian dan kemandirian para santri di pondok pesantren (ponpes). "Beliau satu-satunya tokoh Banten yang menasional dan men internasional," ujarnya.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Live Streaming

Powered by