Longsor Tambang Emas, Proses Evakuasi Terkendala Medan yang Berat

Oleh Yoseph Ikanubun pada 28 Feb 2019, 08:06 WIB
Diperbarui 28 Feb 2019, 08:23 WIB
Longsor Tambang Emas

Liputan6.com, Bolaang Mongondow - Proses evakuasi korban penambang emas di areal penambangan rakyat di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow, Provinsi Sulawesi Utara, masih terus dilakukan hingga pagi ini.

Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow mengatakan, proses evakuasi sedikit mengalami kendala, karena kondisi tanah yang labil dan juga tingkat kemiringan tanah yang mencapai 90 persen.

"Kami berharap semoga proses evakuasi lancar dan penambang yang masih terjebak di lokasi bisa dikeluarkan dengan keadaan selamat," ujar Yasti. 

Hingga pagi ini, sebanyak 25 orang korban berhasil dievakuasi, 6 orang diantaranya meninggal dunia, dan 19 orang selamat dalam kondisi luka ringan dan luka berat. Diperkirakan sekitar 34 orang masih tertimbun longsor.

Kasi Tanggap Darurat BPBD Kabupaten Bolaang Mongondow, Abdul Muin mengatakan, evakuasi dilakukan tim SAR gabungan dari BPBD Bolaang Mongondow, TNI, Polri, Basarnas, SKPD terkait, relawan dan masyarakat.

"Pencarian dilakukan secara manual karena kondisi medan berada pada lereng dengan kemiringan cukup curam," ujar Muin.

Untuk personel Tim SAR gabungan hari yang sebelumnya berjumlah 20 orang. Kemudian mendapat tenaga tambahan dari Polres Kotamobagu dan Kompi Brimob Inuai Bolaang Mongondow sebanyak 60 personel.

"Petugas SAR masih akan berdatangan untuk membantu evakuasi, pencarian dan penyelamatan korban," ujar Muin.

 

Simak juga video pilihan berikut ini: