Titik Terang Kasus Guru Cabul di Kota Malang

Oleh Zainul Arifin pada 26 Feb 2019, 17:00 WIB
Diperbarui 28 Feb 2019, 15:13 WIB
Titik Terang Kasus Guru Cabul di Kota Malang

Liputan6.com, Malang - Kepolisian menemukan titik terang kasus guru cabul di Kota Malang, Jawa Timur. Seorang guru olahraga di salah satu sekolah dasar itu pun sudah mengakui berbuat mesum kepada muridnya.

Pengakuan guru cabul itu disampaikan ke polisi pada Senin kemarin saat datang memenuhi panggilan pemeriksaan. Status kasus ini pun dinaikkan dari penyelidikan ke penyidikan.

"Belum kami tetapkan sebagai tersangka. Tinggal melengkapi beberapa bukti saja," kata Kasat Reskrim Polres Malang Kota, AKP Komang Yogi Arya Wiguna, Selasa, (26/2/2018).

Sejauh ini sudah 18 orang diperiksa sebagai saksi. Mereka mulai dari siswi, orang tua murid, perwakilan sekolah sampai Dinas Pendidikan. Selain keterangan saksi, polisi juga sudah mengantongi hasil visum rumah sakit terhadap siswi yang jadi korban.

"Kami tinggal sedikit lagi melengkapi pemeriksaan untuk alat bukti sebelum menetapkan tersangka," ucap Komang.

Karena belum jadi tersangka itu pula, guru berstatus pegawai negeri yang sudah dimutasi ke unit pelaksana teknis Dinas Pendidikan itu tak ditahan. Ia dianggap bisa diajak bekerjasama, berjanji tak akan mangkir dari pemeriksaan.

“Penanganan kasus ini berjalan terbuka. Tidak akan ada pihak yang bisa mengintervensi kami dalam menangani kasus ini," tutur Komang.

Guru tersebut diduga memiliki rekam jejak cukup panjang mencabuli para siwinya. Namun untuk kasus ini, fokus penyidikan saat aksi mesum pada Desember 2018. Itu sesuai keterangan dua orang siswi yang membuat laporan resmi ke polisi pada dua pekan lalu.

Modus guru itu, meraba dan meremas siswi saat ganti baju di salah satu ruangan usai pelajaran olahraga. Kepolisian juga tak menutup kemungkinan memeriksa kembali guru cabul itu dengan melibatkan ahli kejiwaan.

"Apakah ada kelainan pada guru terlapor atau tidak, bisa saja kami panggil psikolog," kata Komang.

Kasus guru cabul di salah satu sekolah dasar di Kota Malang ini mencuat ke publik dalam sepekan terakhir. Komnas Perlindungan Anak bahkan menyebut korban guru ini bisa lebih dari puluhan siswi.

 

Simak juga video pilihan berikut ini: