Bom Palsu Pasar Sampang dan RSI Fatimah Cilacap, Saling Terkait?

Oleh Muhamad Ridlo pada 19 Feb 2019, 14:33 WIB
Diperbarui 19 Feb 2019, 16:16 WIB
Ilustrasi - temuan koper mencurigakan di dekat markas Polisi di Kebumen, Jawa Tengah. (Foto: Liputan6.com/Polres Kebumen/Muhamad Ridlo)

Liputan6.com, Cilacap - Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah memastikan ledakan di Pasar Sampang, Cilacap, yang sempat mengagetkan pengunjung dan pedagang pasar adalah proses pemusnahan bom palsu oleh Gegana Polda Jateng dan Polres Cilacap.

Hasil olah TKP dan penyelidikan menunjukkan, benda mencurigakan yang dimusnahkan itu adalah bom palsu atau fake bomb. Beberapa yang disita kepolisian di antaranya paralon dan wadah benda mencurigakan ini.

"Ini, ya itu bom palsu, fake bomb ya. Itu bom palsu, ada paralonnya," kata Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Agus Triatmaja, Selasa (19/2/2019).

Agus mengungkapkan, benda mencurigakan itu ditemukan oleh masyarakat sekitar pukul 06.30 WIB. Lantas, polisi mengamankan lokasi dan berkoordinasi untuk memusnahkan benda ini.

"Itu barang mencurigakan. Terus dicek oleh polisi, kemudian didisposal. Itu jam setengah tujuh tadi, kemudian ditindaklanjuti oleh kepolisian," katanya.

Agus mengemukakan, sekitar pukul 09.00 WIB, benda ini diledakkan. Sebelum itu, polisi memastikan area peledakan steril dari segala aktivitas. Namun, pemusnahan itu justru lebih mengagetkan pedagang dan pengunjung pasar.

"Cuma kaget saja, padahal kan diledakkan oleh kepolisian," ujarnya.

Dia menerangkan, saat ini kepolisian masih menggelar olah TKP yang dipimpin langsung oleh Kapolres Cilacap, Djoko Julianto. Penyelidikan itu termasuk untuk mendalami motif peletakan bom palsu di area pasar ini.

 

2 of 2

Bom Palsu di RSI Fatimah Cilacap

Penampakan bom palsu di tas warna pink Pasar Sampang Cilacao. (Foto: Liputan6.com/Istimewa/Muhamad Ridlo)
Penampakan bom palsu di tas warna pink Pasar Sampang Cilacao. (Foto: Liputan6.com/Istimewa/Muhamad Ridlo)

Menurut Agus, polisi tak bisa menduga-duga motif yang melatarbelakangi peletakan bom di Pasar Sampang ini. Polisi masih mengolah TKP dan mendalami kasus fake bomb ini.

"Harus diselidiki ya. Kita tidak bisa menduga-duga," dia menambahkan.

Sebelumnya, bom palsu juga ditemukan di seberang Rumah Sakit Islam (RSI) Fatimah yang berdekatan dengan Markas Polres Cilacap, 1 Januari 2019 lalu.

Soal ini, Agus mengatakan polisi belum bisa memastikan apakah ada hubungan antara bom palsu yang diletakkan di Pasar Sampang dengan RSI Fatimah. Dia hanya memastikan, tim sudah diterjunkan untuk menyelidiki kemungkinan itu.

"Kita masih selidiki ya. Kan baru saja kejadiannya. Kita masih menyelidiki. Kita menerjunkan tim untuk menyelidiki ya," ucapnya.

Agus mengemukakan, lokasi saat ini masih steril. Tim masih mengolah TKP. Hal ini dilakukan untuk mengetahui motif peletak benda mirip mencurigakan yang sempat dikira bom. Dia juga belum bisa memastikan bahwa peletakan benda mencurigakan itu merupakan bentuk teror.

"Wah, kita masih harus mendalami (motifnya) ya. Belum bisa menduga-duga ini. Kita selidiki lah pokoknya," dia menerangkan.

Sebelumnya pengunjung dan pedagang pasar Sampang Kabupaten Cilacap dikagetkan oleh ledakan diduga bom dari dalam pasar. Polisi memastikan ledakan itu adalah pemusnahan atau disposal dengan cara sengaja diledakkan.

Sekitar 1,5 bulan sebelumnya, Selasa 1 Januari 2019 sekitar pukul 03.00 WIB, seorang penunggu pasien di RSI Fatimah juga menemukan benda mencurigakan yang diletakkan di dekat pintu masuk RSI Fatimah yang berdekatan dengan Markas Polres Cilacap.

Belakangan diketahui benda itu adalah bom palsu atau fake bomb. Usai diledakaan polisi menemukan tiga paralon sepanjang 33 cm dengan diameter 1,5 inchi, dua helai kabel warna merah dan biru sepanjang 10 cm, satu buah baterai AA, 44 buah paku ukuran 5 sentimeter, dua buah jam beker, campuran pasir dan genteng, serta potongan kardus, lakban, dan kresek.

 

Simak juga video pillihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓